Berziarah Ke Makam Ulama Besar Syekh Abdur Rauf Di Kabupaten Aceh Singkil

Makam Tgk Syekh Abdul Rauf berada di dalam bangunan nuansa Islami berukuran 7 M x 14 M dengan dinding porselen warna hijau dan putih. (Suherman Amin)

 

NUSANTARA-NEWS.co, BIREUEN-ACEH – Alhamdulillah walaupun perjalanan melelahkan dari Bireuen Aceh ke ujung Barat Daya Aceh melalui jalan darat Bireuen-Bener Meriah – Simpang Balik – Beutong Ateh – Jeuram ( Kabupaten Nagan Raya ) – terus melewati jalan Trans – Blang Pidie Kabupaten Aceh Barat Daya disingkat Abdya) – Tapak Tuan, Bakongan,Trumon (Kabupaten Aceh Selatan) – Geulumbang Nagari Sultan Daulat- Subulussalam (Kota Subulussalam) terus ke Lipat Kajang,Rimo dan sampai ke tujuan yaitu Singkil (Kabupaten AcehSingkil ) .

“ Saya dan rombongan yang dipimpin oleh Sukirman yang akrab di sapa “ Toke Agam “ bersama Busnir,Nora, Evan Saputra, Eci Susanna dari Meulaboh, dan Muhammad Hafidh beristirahat lagi dan nginap di rumahnya Pak Fauzimar Tgk Imum kawasan “Gunoeng Lagan “ seraya berbincang bincang terkait sejarah ringkas Makam Syech Abdur Rauf setelah menginap di Blang Kuala Meukek Aceh Selatan dan Meulaboh Aceh Barat.

Dalam pembicaraan dengan Tgk Imum Gunoeng Lagan Fauzimar menyebutkan, Makam yang Tgk Syeh Abdul Rauf ada dua versi pendapat, yang satu berlokasi di bibir sungai Singkil di Desa Kilangan dan makam Syekh Abdurrauf yang satu lagi berada di bibir pantai Gampong (Desa) Syiah Kuala. Dan sejauh ini kedua makam tersebut banyak dikunjungi peziarah konon lagi telah menjadi lokasi wisata religi.

Perjalanan dari Gunung Lagan dari Rumah Pak Fauzimar melaksanakan perjalanan pada Kamis 28 Januari 2021 lalu untuk menelusuri Makam Syeh Abdul Rauf di Desa Kilangan persisnya di bibir pantai di dalam wilayah Kabupaten Aceh Singkil yang jauhnya dari Desa Gunoeng Lagan kisaran 40 kilometer namun hanya 5 kilometer dari Kota Singkil.

Menurut Tgk Imum Fauzimar Syekh Abdur Rauf salah satu ulama besar yang memiliki pengaruh luar biasa terlebih beliau melakukan penyebaran agama Islam bukan saja di Singkil tetapi merasuk ke daerah Sumatera dan kususnya lagi di Pariaman Sumatera Barat serta kawasan Nusantara pada umumnya.

Setibanya di lokasi, Makam Tgk Syeh Abdul Rauf berada di dalam bangunan dengan ukuran 7 M x 14 M dengan dinding porselen warna hijau dan putih. Bentuk bangunan seperti mesjid menciptakan nuansa Islami .

Di tengah ruangan itulah makam Syekh Abdur Rauf yang di atas makam ditaburi bebatuan putih, kulit kerang besar, dan ditutupi kelambu hijau yang kabarnya dibawa pengunjung dari Pariaman yang setiap tahunnya setelah Hari Raya Idul Adha ratusan warga Pariaman berziarah ke makam Syeh Abdul Rauf.

Selain itu bagi pengunjung yang mau beristirahat ada dibuat balai kusus dan masjid sekaligus dalam bangunan makam juga disediakan buku-buku agama dan perlengkapan shalat.

Fauzimar menambahkan makam Syeh Abdul Rauf ramai dikunjungi setelah Idul Fitri dan Idul Adha sampai bulan Rajab oleh mayoritas masyarakat Sumatera Barat Umumnya dan Pariaman kususnya mempunyai riwayatnya.

Konon disebutkan oleh Tgk Imum Fauzimar bahwa Ulama besar Syekh Abdul Rauf memiliki murid di Sumatera Barat, yakni Syekh Burhanuddin yang melakukan pengembangan ajaran Islam di Ranah Minang dan memiliki silsilah dalam pengajian.

Dalam kaitan tersebut Fauzimar menyebut, Pimpinan Pesantren Miftahul Istiqomah Buya H. Martimin pada masa lalu “ (Tahunnya tidak diketahui oleh Fauzimar ) yaitu Putra Minang kelahiran Sungai Sirah, Kecamatan Sungai Limo, Pariaman, Sumatera Barat membangun makam bersama masyarakat Sumatera Barat yang berawal dari Mimpi Syekh Mato Ai untuk merapikan dan merawat makam Syeh Abdul Rauf.

Atas dasar mimpi itulah mereka melakukan penelusuran sesuai mimpi dari Syekh Mato Ai lalu dalam penelusuran hingga ke Singkil mereka yakin bahwa adanya makam di Kilangan pesisir pantai Kabupaten Singkil adalah makam Syekh Abdul Rauf karena memang makam tersebut tidak ada tertera siapa pemiliknya. Dengan dasar itulah mereka melakukan pembenahan dan merapikan dan yakin itulah makam Syeh Abdul Rauf.

Disebutkan, sebagian masyarakat meyakini hasil temuan itu adalah Makam Syekh Abdur Rauf sehingga sebahagian mereka mengeramatkan sebab ketika gempa besar melanda Aceh Singkil ratusan rumah tenggelam dan runtuh namun Makam Syekh Abdur Rauf tidak mengalami kerusakan, padahal letaknya di pinggir sungai.

Begitu juga ketika banjir melanda Kabupaten Aceh Singkil rumah-rumah warga terendam tetapi air tidak sampai ke Makam meskipun di sekitarnya sudah tergenang banjir. Itulah sekilas hasil laporan Suherman Amin dalam perjalanan ke Kabupaten Aceh ASingkil sekaligus menelusuri Makam Syekh Abdur Rauf Al Singkili di Kabupaten Aceh Singkil.

(Suherman Amin)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *