Pertemuan Pedagang Kecil : Tidak Benar Pak Keuchik Bandar Menyewakan Kios

Prosesi pertemuan antara para pedagang, Pak Keuchik Bandar Bireuen, Adnan Adam dan hadir Pak Camat Kota Juang Drs Jalaluddin dan Sekcam. (Suherman Amin)

 

Laporan : Suherman Amin, Bireuen-Aceh

NUSANTARA-NEWS.co, Bireuen – M Yunus ( Apa Noh) mewakili para pedagang kios di Jalan Listrik depan Kantor PLN Lama dalam pertemuan pedagang Senin, 14 Juni 2021 menyebutkan, terkait pemberitaan yang dilansir di salah satu media online yang menyebutkan kios tersebut disewakan bervariasi 4 sampai Rp 5 Juta /unit sewanya harus melalui Keuchik Adnan itu tidak benar apalagi disebutkan, penyerahan uang sampah diserahkan melalui Keuchik Bandar Bireuen.

Yang benar Pak Keuchik Bandar Bireuen , Adnan Adam adalah orang tua mereka dan Pembina tempat mereka melakukan pengaduan bila ada masalah sebab Pak Keuchik Adnan orangnya bijaksana dan sosialnya tinggi dan selalu peduli terhadap apa yang terjadi pada mereka.

“ Kami sangat menyayangkan dan sesalkan informasi miring yang ditujukan kepada Pak Keuchik Bandar Bireuen,Adnan Adam karena beliau sangat poeduli terhadap kami sehingga sangat kami kagumi atas kejujurannya. Janganlah gara-gara cendol menimbulkan sorotan miring terhadap Pak Keuchik.” Ungkap Tgk M Yunus (Apa Noh) dihadapan Pak Keuchik Adnan dan Pak Camat Kota Juang Drs Jalaluddin dan para pedagang kios di Kios jualan Cendol,Pecal Tante Miing dan barang kelontong bervariasi, Senin 14 Juni 2021.

M Yunus mewakili para pedagang, mengatakan pihak pedagang semuanya kesal atas adanya suara-suara sumbang yang tidak jelas terhadap orang yang telah membantu mereka dan itu adalah orang yang tidak bertanggungjawab menjurus ke fitnah serta iri dan dengki.

Sementara itu Keuchik Adnan menyebut, dirinya selaku Keuchik tetap eksis melakukan pembinaan terhadap warganya secara ikhlas dan menginginkan seluruh warganya dapat meningkatkan pemberdayaan ekonomi sehingga mereka sejahtera dalam kehidupan, namun ada suara suara sumbang terhadap dirinya itu memang suara iri dan dengki yang memang resiko sebab bila tidak ada Resiko tidak ada Rezeki.

Pak Keuchiek Adnan mengakui semua pedagang itu warganya yang selalu dilakukan pembinaan tetapi tidak pernah dirinya meminta uang dan jasa terhadap apa yang telah dilakukan sebab intinya dirinya mengharapkan semua warganya mencari rezki untuk menghidupi keluarganya dan sejahtera hidup.

Menjawab pertanyaan terkait suara suara sumbang yang ditujukan kepadanya seraya tersenyum Pak Keuchik menyebut, “ Nyan Gara-gara Geureubak cindoi “ ( Itu gara-gara gerobak cendol) yang pemilik Cendoi beberapa kali mengirim pesan singkat (SMS) meminta bantuan terhadap dirinya, jelas Pak Kechik yang membuat geeeer para pedagang.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *