NUSANTARA-NEWS.co, Bener Meriah – Pemerintah Kabupaten Bener Meriah mengenjot percepat pembangunan Dry port di kabupaten penghasil kopi dan Holtikultura terbesar di Provinsi Aceh setelah Aceh Tengah.
Hal tersebut dapat kita lihat dari proses lobi-lobi yang terus dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Bener Meriah semakin intens. Dibuktikan dengan kedatangan tim dari kementerian perhubungan Republik Indonesia dirjen Badan penelitian dan pengembangan transportasi jalan dan perkeretaapian, Jum’at 11 Juni 2021, guna menindak lanjuti usulan dan pengajian atas usulan pembangunan Dry port di kabupaten Bener Meriah.
Tim Kemenhub bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Bener Meriah yang di pimpin langsung oleh Plt. Bupati Bener Meriah Dailami, turun kelapangan langsung guna melihat proses penyutiran biji kopi (arabika) kualitas ekspor sampai ke saran infrastruktur lainnya.
Adapun sejumlah perusahaan yang di singgahi seperti CV. Gayo Mountain Coffe di Pante Raya kecamatan Wih Pesam dan Koperasi Permata Gayo kecamatan Bukit kabupaten Bener Meriah. Rombongan mengejek dari kesiapan kantor sampai dengan pergudangan perusahaan tersebut.
Setelah melakukan pengecekan kebeberapa perusahaan Rombongan beranjak menuju kekebun percontohan kopi gayo (BPTD) di kampung (Desa) Pondok Gajah kecamatan Bandar dan keladang milik masyarakat di kampung Kenawat Redelong kecamatan Bukit kabupaten Bener Meriah.
Setelah melihat kesiapan perusahaan dan kebun masyarakat komoditi kopi Arabika Gayo, kemudian rombongan melihat dan melintasi infrastruktur jalan dari Kabupaten Bener Meriah menuju Pelabuhan Kreung Geukeuh Lhokseumawe di Kreung Geukeuh kecamatan Dewantara kabupaten Aceh Utara, dengan menempuh jarak dari kabupaten Bener Meriah sampai ke Pelabuhan Kreung Geukeuh Lhokseumawe Kecamatan Dewantara kabupaten Aceh Utara selama lebih kurang 2 jam perjalanan.
Setiba di Pelabuhan Kreung Geukeuh Lhokseumawe kecamatan Dewantara kabupaten Aceh Utara, rombongan kementerian Perhubungan dan jajaran Pemerintah Kabupaten Bener Meriah diterima langsung oleh Direktur Pelabuhan Kreung Geukeuh Lhokseumawe Azwar.
Dalam sambutannya Direktur Pelindo I Indonesia Kreung Geukeuh Lhokseumawe, menyampaikan, kami sangat mendukung atas wacana pembangunan Dry port di kabupaten Bener Meriah dan Pelabuhan Kreung Geukeuh Lhokseumawe siap melayani bongkar muat khususnya untuk komoditi eksport termasuk pengudangan serta fasilitas lainnya.
Dari pelabuhan Kreung Geukeuh Lhokseumawe, rombongan bertolak ke lokasi pembangunan jembatan tajuk enang-enang Km 50 lintasan jalan Takengon – Bireuen melalui kabupaten Bireuen.
Plt Bupati Bener Meriah Dailami dalam sebuah kesempatan menyatakan kepada rombongan kementerian perhubungan Republik Indonesia, bahwa kabupaten Bener Meriah sudah benar-benar siap dan mendukung penuh terkait pembangunan Dry port di Bener Meriah. Kita berharap nantinya dengan terlaksananya pembangunan Dry port tersebut dapat meningkatkan perekonomian rakyat Bener Meriah secara khusus serta kabupaten Aceh Tengah juga Provinsi Aceh secara menyeluruh.
“Kami akan berupaya semaksimal mungkin dengan secepatnya melengkapi seluruh persyaratan baik administrasi maupun lainnya untuk kebutuhan persyaratan pembangunan Dry port dan akan terus berkonsultasi dengan pemerintah Provinsi Aceh, terutama masalah infrastruktur jalan dan hal-hal prinsip yang mendukung lainnya,” tutup Dailami.
Rombongan dari kementerian Perhubungan Republik Indonesia terdiri dari kordinator kelompok program dan evaluasi Endi Suprasetyo, ST, M.Si beserta anggota Ir. Mukhtarudin, M.Si, MM Tr, Yanril Hans Haigman, MT, Hartono, MM Tr, dan Tanguh Wicaksono, Meng.
Sementara rombongan dari Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, yang dipimpin langsung oleh Plt Bupati Bener Meriah Dailami, serta didampingi oleh Asisten II Drh. Sofyan, kadis Perhubungan Abdul Gani, SP, M.Si, kadis PUPKP Erwin, ST, M.Si, kadis Pertanahan Mahfudha, SH. MH, kadis Pertanian dan Pangan Ir. Nurisman, kepala Bandara Udara Rembele Takengon Faizal, Direktur PDAM Tirta Bengi Salman, Kabag Prokopim Ruslan Ramadhan, SSTP, Kasubabi Protokol Teguh Wan Pribadi, SSTP, dan rombongan lainnya.
(Chaidir)












