Laporan : Suherman Amin Bireuen-Aceh
NUSANTARA-NEWS.CO, BIREUEN – Masyarakat Gampoeng ( Desa) Pante Si Kumbong Kecamatan Gandapura Kabupaten Bireuen mengawali keinginan mengangkat adat budaya melaksanakan kenduri turun ke sawah ( Khanduri Blang) sekaligus Peusijuk Bijeh ( Tepungtawar bibit) Minggu, 6 Juni 2021.
Prosesi pelaksanaan acara tersebut merupakan tradisi peninggalan endatu (nenek mopyang) yang harus diselamatkan dan dilestarikan serta tetap dilaksanakan bagi petani yang akan memulai menanam padi minimal sekali setahun.
Kegiatan Peusijuk Bijeh (Khanduri Blang) dilaksanakan oleh Abon Paya Seupat selaku Peutuha Adat dan itu juga merupakan tradisi yang dilakukan sekelompok komunitas petani turun temurun namun dimungkinkan perbedaan seremoni adat antara zaman dulu dan sekarang.
Seusai Peusijuk Bijeh Pade, Keuchik Desa Pante Si Kumbong diwakili Bapak Iskandar Is,S.Pd,MH dalam sambutannya menyampaikan bahwa Khanduri Blang adalah tradisi “Endatu” yang memang harus dilestarikan dan diselamatkan.
Selain itu Iskandar Is,S.Pd,MH yang juga anggota DPRK Bireuen dari Partai Golkar itu menyampaikan terkait tentang tata cara turun ke sawah, aturan-aturan penggunaan air dan hal lain yang menyangkut dengan masalah turun ke sawah serta masalah persawahan termasuk masalah tebus menebus.
Hadir pada acara Khanduri Blang tokoh –tokoh masyarakat Blang Guron dan masyarakat di Cot Rambat serta masyarakat sekitarnya untuk meramaikan makan khanduri sekaligus berdoa bersama.
Acara doa bersama dipimpin Abon Bukhari Blang Guron Pimpinan Pasantren Darusa’adah Cabang Blang Guron Gandapura, Bireuen.












