Ketua DPC PN Kuningan Kunjungi Para Pengurus DPAC

NUSANTARA-NEWS.co, Kuningan – Geliat Ketua DPC PN Kabupaten Kuningan dalam mengawal dan membina DPAC terus ditingkatkan. Hal itu dilakukan  Susilawati, SE. untuk menjaga kekompakan dan sinergitas program DPC yang akan segera digulirkan ke masyarakat melalui para pengurus DPAC tiap kecamatan.

Meski di hari Minggu, Ketua DPC PN Kabupaten Kuningan ini sengaja menyempatkan waktu untuk terjun ke lapangan, bahkan hingga 3 kecamatan. Diantaranya Kecamatan Pasawahan, Kecamatan Pancalang dan Kecamatan Mandirancan Kabupaten Kuningan.

Susilawati yang juga didampingi oleh Bendahara Maman MS, juga mengunjungi tempat produksi kerajinan masyarakat pembuatan Sapu Tutus di desa Tarikolot Kecamatan Pancalang. Dan berharap agar para pengrajin ini dapat berpenghasilan layak.

Proses pengerjaan Sapu Tutus ini, pertama bambu dipotong dulu sesuai ukuran untuk bahan penyapu dan untuk bahan gagang sapu. Lalu untuk bahan penyapu nya, terlebih dahulu harus dibuang kulit bambunya, agar tidak melukai tangan pengrajin. Kemudian di belah tipis hingga mudah untuk diikat. Selanjutnya dijemur hingga kering sebelum diikat dan di bentuk menjadi sebuah sapu.

Respon positif terhadap kerajinan Desa Tarikolot ini juga mendapat apresiasi dari pemerintah Kabupaten Kuningan.

Selain itu, perhatian terhadap kerajinan masyarakat ini juga datang dari Ketua DPC Partai Nusantara Kabupaten Kuningan Susilawati, SE. yang sengaja berkunjung ke tempat produksi  Sahidi dalam rangka mendukung agar kerajinan ini bisa masuk ke pasar yang lebih luas.

Dalam keterangan Ketua DPC Partai Nusantara Kabupaten Kuningan kepada awak media, secara kelembagaan akan turut membantu dalam proses pemasaran dan pembinaan para pengrajin, agar bisa masuk ke pasar luas

“Kami dari Partai Nusantara akan mencoba berkoordinasi dengan para pengurus didaerah lain melalui Wakil Ketua Bidang Ekonomi Kerakyatan, agar produk kerajinan ini dapat diterima oleh pasar luas”. jelasnya.

Menurut keterangan Sahidi yang menjadi koordinator para pengrajin Sapu Tutus ini, pemasaran Sapu Tutus ini sudah mencapai ke berbagai daerah sebagai agen distributor, seperti Indramayu, Cirebon hingga Brebes Jawa Tengah.

Disamping itu, ada pula yang di ambil langsung oleh pedagang keliling. Dalam mengerjakan kerajinan masyarakat ini, Pak Sahidi bekerja sama dengan sekitar 50 keluarga pengrajin dengan upah Rp. 500 untuk tiap Sapu Tutus yang dikerjakan.

Lalu untuk dirumah Pak Sahidi sendiri, terdapat 10 orang karyawan.

“Kami warga Tarikolot berharap kepada instansi atau lembaga, agar bisa membantu kami dalam memasarkan produk kerajinan kami, agar kami lebih semangat lagi untuk membuat Sapu Tutus”. Ungkap Pak Sahidi yang tinggal di Dusun Senang Rasa RT 001 RW 002 Desa Tarikolot Kecamatan Pancalang.

Selain Sapu Tutus, ditempat Pak Sahidi juga mengerjakan jenis sapu lain, seperti sapu lidi dan sapu lantai dengan jenis dan bahan yang berbeda. Salah satu andalan nya adalah Sapu Ijo. Sapu ini terbuat dari sejenis rumput yang berasal dari kaki Gunung Ciremai Kabupaten Kuningan, yang orang sekitar menyebutnya Rumput Sangkir.

Harga Sapu Ijo ini memang lebih mahal dibanding Sapu Tutus, karena menghitung dari bahan baku yang digunakan dan model mengikat sapu tersebut. Harapan para pengurus DPAC Partai Nusantara Kecamatan Pancalang, produk kerajinan ini dapat bersaing di pasar nasional, bahkan ke tingkat ekspor.

(ADT).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *