Indonesia Butuh Pembekalan Etika Politik Untuk Menuju Politik Yang Bermartabat

Foto ilustrasi

 

NUSANTARA-NEWS.co – Indonesia membutuhkan pembekalan atau pembelajaran etika politik untuk menuju politik yang bermartabat. Politik tidak hanya dilakukan oleh para politisi didalam tubuh partai, namun minimal politik itu nampak dan sudah mulai diterapkan oleh para Mahasiswa atau Mahasiswi yang tergabung di dalam Organisasi Mahasiswa ( Ormawa ).

Iklim politik dalam Ormawa sangat nampak dan terasa atmosfir perpolitikan nya. Cikal bakal untuk membentuk jiwa – jiwa politisi atau pelaku politik yang beretika dan bermartabat menurut saya ya dari Organisasi Mahasiswa. Tugas dari senior Mahasiswa ataupun parpol yang tergabung dalam sebuah wadah organisasi haruslah menanamkan mindset yang positif baik untuk pribadi dan untuk organisasi lain agar antar organisasi selalu seiring seirama bergandengan tangan untuk menuju politik yang santun dan bermartabat.

Veri Kurniawan

Ada masalah dalam komunikasi politik antar politisi maupun antar organisasi, terdapat pula reduksi dalam memahami ideologi partai politik dan organisasi ketika para pelaku politik lintas partai maupun organisasi saling berinteraksi dalam isu-isu strategis

Politik Indonesia  merupakan pembentukan dan pembagian kekuasaan di Indonesia. Indonesia merupakan sebuah Negara yang berbentuk kesatuan dengan pemerintahan, berbentuk republik dan sistem pemerintahannya adalah presidensial dengan sifat parlementer.

Indonesia tidak menganut sistem pemisahan kekuasaan melainkan pembagian kekuasaan. Semisal, mayoritas penduduknya beragama Islam, namun Indonesia bukanlah sebuah Negara Islam.

Jika ingin membentuk karakter dalam pengkaderan, maka jangan korbankan calon bahkan yang sudah menjadi kader sebagai pelampiasan politik perorangan bahkan kelompok. Misalkan, senior organisasi atau senior politisi memberikan doktrin yang kurang pas kepada junior sehingga memicu rasa benci pada person, organisasi atau parpol lain.

Indonesia, yang didengungkan sebagai Negara berkembang pesat demokrasinya, dengan berbagai ragam Kebhinekaan, puluhan partai dan organisasi, namun tidak diikuti oleh berkembang nya cara pikir yang dewasa dalam berpolitik.

Di era milenial ini, pemuda harus menjadi pelopor berpolitik santun dan bermartabat, dengan tidak meninggalkan peran positif dari pelaku politik yang lebih terdahulu menjalankan perpolitikan ya bisa disebut senior. Jika Ir. Soekarno butuh 10 pemuda untuk mengguncang dunia, maka pemuda pemudi Daerah harus memiliki pemikiran ” Kita Butuh 5 Pemuda ” yang berkomitmen dalam berpolitik untuk rakyat di Daerah. Cakupan dimulai dari lingkup bawah terlebih dahulu, dengan seiringnya waktu dan komitmen maka lingkup Nasional pun akan segera digapai.

Mengutip kata – kata bijak dari Ir. Soekarno 1. ” Negara ini, Republik Indonesia bukan milik kelompok manapun, juga agama, atau kelompok etnis manapun, atau kelompok dengan adat dan tradisi apa pun, tapi milik kita semua dari Sabang sampai Merauke”. 2. ” Bunga mawar tidak pernah mempropagandakan harumnya, namun keharumannya dengan sendirinya menyebar melalui sekitarnya”.

Salam politik Santun untuk para pelaku politik, terutama politisi muda Indonesia.

( Veri Kurniawan / Mahasiswa Fakultas Hukum Untag Banyuwangi )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *