NUSANTARA-NEWS.co, Jakarta – Isu akan digelarnya Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat, yang dimotori sejumlah kader yang dipecat, terus bergulir.
Pengurus DPD maupun DPC Demokrat seluruh Indonesia, terus melakukan perlawanan, karena KLB tersebut ilegal dan bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga ( AD ART ) Partai.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulawesi Tengah Drs. Anwar Hafid menilai, KLB tersebut adalah kerjaan orang yang sengaja mengganggu kehormatan Partai Demokrat, yaitu orang yang sudah dipecat.
“ Kita tetap solid, dan perlu saya tegaskan di sini DPD dan DPC Partai Demokrat, seluruh Sulteng khususnya loyal dan komit dengan kepemimpinan yang sah, kepemimpinan mas Agus Harimurti Yudhoyono,” kata Anwar Hafid kepada strateginews.co, Rabu (3/3/2021) siang.
Terkait dengan wacana KLB, kata anggota Komisi IX DPR RI ini, telah diatur dalam AD ART, tidak bisa seenaknya menyelenggarakan KLB tanpa dasar dan aturan yang jelas, apalagi hanya karena didasari rasa sakit hati.
“ Kalau saya menyebut ini bukan KLB, karena KLB ada aturannya, ada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. KLB tidak serta merta bisa langsung jadi begitu saja, ada mekanismenya, harus jelas apa urgensinya,” terang Anwar.
Anwar menegaskan, untuk menggelar KLB didahului oleh kesepakatan 2/3 Ketua DPD dan setengah dari semua Ketua DPC, dan disetujui Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, baru kemudian bisa merencanakan KLB.
“ KLB bisa dilaksanakan jika kepemimpinan sedang bermasalah, atau disurat baru digelar. Nah, sekarang yang diributkan oleh mereka-mereka yang bukan pemilik suara. Dasarnya apa? Berfikirlah yang rasional dan jernih,” ujarnya.
“ Saya hanya menghimbau kepada mereka yang mau KLB janganlah karena birahi kekuasaan yang besar dan perasaan sakit hati pribadi, kemudian membutakan hati dan pikirannya sehingga tidak mampu lagi mendudukan masalah secara proporsional. Mari kita gunakan akal sehat jangan pakai akal bulus,” pungkas Anwar Hafid.
( nug/red )












