DAERAH  

Dokter Absen, Pasien Emergency Terlantar di Puskesmas Tamalabang Alor

​ALOR NUSANTARANEWS.co – Pelayanan kesehatan di Puskesmas Tamalabang, Kecamatan Pantar Timur Kabupaten Alor, Probinsi NTT kembali menuai kiritikan tajam pasca terlantarnya pasien emergency.

Pasalnya, ketiadaan dokter umum selama berbulan-bulan di Puskesmas tersebut menyebabkan warga, khususnya dari Desa terpencil, kesulitan mendapatkan penanganan medis yang layak.

​Kondisi ini memuncak ketika sejumlah pasien dalam keadaan darurat (emergency) kesulitan mendapatkan petunjuk rujukan teknis oleh karena ketiadaan dokter yang bertugas. Prosedur administrasi rujukan ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Kalabahi menjadi terhambat, yang berisiko fatal bagi keselamatan pasien.

​Stefanus Lalangsir warga Desa Kalep kepada media ini (Sabtu, 11/4/2026) mengungkapkan kekecewaannya atas penanganan medis di PuskesmasTamalabang.

” Saya melihat sendiri bagaimana warga yang sudah datang jauh-jauh dalam kondisi sakit harus kembali ke rumah tanpa pengobatan ” ungkap Stefanus.

​Orang sakit lanjut Stefanus, butuh pertolongan cepat, tetapi ketika tiba di Puskesmas ini, justru disuruh pulang karena tidak ada dokter yang berani bertanggung jawab atas tindakan medis.

Dokter ini kata Stefanus sudah di bayar Negara untuk melayani warga satu kecamatan ini, tetapi anehnya, justru Dokter yang di biayai Negara tidak berada di tempat. Dan sangat tidak manusiawi jika pasien datang ke Puskesmas ini dan mau berkonsultasi, diarahkan berkonsultasi dengan dokter lewat Whats App. Itu yang salama ini terjadi di Puskesmas Tamalabang ini.

​Kabar mengenai kekosongan dokter ini dibenarkan oleh salah satu Tenaga Kesehatan (Nakes) di Puskesmas Tamalabang. Saat dikonfirmasi, sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan tersebut mengakui bahwa pihak Puskesmas berada dalam posisi dilematis karena sudah berbulan-bulan dokter tidak ada di tempat. Puskesmas Tamalabang sering kali terpaksa menolak pasien atau menyarankan mereka pulang atau dirawat di rumah saja jika kondisinya berat karena tidak berani mengambil risiko medis dengan konðisi ketiadaan dokter.

​Ketiadaan tenaga dokter di wilayah pelosok seperti Tamalabang menambah daftar panjang masalah kesehatan di Kabupaten Alor, Provinsi NTT.

Terkait ketiadaan dokter yang bertugas di Puskesmas Tamalabang, kepala dinas kesehatan Kabupaten Alor, dr. Farida Ariyani, hingga berita ini di turunkan belum bisa di konfirmasi media untuk mendapat respon dari dinas kesehatan Kabupaten Alor. (SDj/MB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *