NUSANTARANEWS.co, Jakarta – Bangsa Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya, Wakil Presiden ke-6 RI Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno. Almarhum adalah sosok prajurit sekaligus negarawan yang sepanjang hidupnya mendedikasikan diri sebagai pengabdian kepada bangsa dan negara.
Selain itu, almarhum dikenal sebagai tokoh pemimpin yang memegang teguh prinsip kedisiplinan, pentingnya, serta loyalitas tinggi terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Karier Try Sutrisno ditempa melalui berbagai penugasan strategi di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Pendidikan militernya antara lain ditempuh melalui Sekolah Staf dan Komando Gabungan (Seskogab) pada tahun 1977, yang memperkuat kapasitasnya sebagai kekuatan strategis dalam menjaga stabilitas nasional di masa-masa penting pembangunan bangsa.
Dedikasi dan profesionalismenya mengantarkan Try Sutrisno dipercaya menduduki berbagai jabatan penting termasuk sebagai Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) dari tahun 1988 hingga 1993.
Sepanjang perjalanan hidupnya, negara memberikan berbagai tanda kehormatan atas jasa dan pengabdiannya, yakni:
- Bintang Republik Indonesia Adipradana
- Bintang Mahaputra Adipurna
- Bintang Mahaputra Adipradana
- Bintang Yudha Dharma Utama
- Bintang Swa Bhuwana Utama
- Bintang Bhayangkara Utama
- Bintang Kartika Eka Pakci Utama
- Bintang Jalasena Utama
- Bintang Swa Bhuwana Utama
- Bintang Penghargaan Legiun Veteran RI
- Bintang Ordo Bendera Yugoslavia Berbintang Emas (Yugoslavia)
- Bintang Das Grosse Verdienstkreuz Mit Stern (Jerman)
- Bintang Commandeur Da La Legion D’Honneur (Perancis)
- Bintang Eretekan Voor Verdienste (Belanda)
- Bintang Legion Of Merit (USA)
- Bintang Tong IL (Korea)
- Satyalancana Seroja
- Satyalancana Penegak
- Satyalancana Kesetiaan 8,16, dan 24 Tahun
Pengabdian panjangnya menjadi catatan penting dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Keteladanan, integritas, serta semangat pengabdian yang disampaikan almarhum akan selalu dikenang sebagai inspirasi bagi generasi penerus dalam menjaga persatuan dan membangun Indonesia.
Tokoh Peduli Konstitusi
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa Indonesia kehilangan seorang tokoh yang merawat kesatuan dan persatuan bangsa.
Menjadi Wapres di era kritikal 1990-an, kata Airlangga, Try Sutrisno berhasil menjaga suasana kebangsaan tetap bersatu.
“Beliau dengan sikap tenangnya berhasil menjaga suasana kebangsaan tetap terjaga, termasuk pada era 1998-an,” ujar putra Menko Perindustrian di era Presiden Soeharto, Hartarto ini di rumah duka, Senin.
Selain itu, Try Sutrisno juga dikenal gigih memperjuangkan konstitusi UUD 1945, terutama pada saat dilakukannya amandemen oleh DPR RI.
Sebagai mantan Wapres dan Purnawirawan TNI Try Sutrisno juga tudak sungkan sungkan menghadiri kegiatan yang terkait dengan masalah persatuan dan kesatuan bangsa, khususnya kegiatan penguatan ideologi Pancasila.
Atas loyalitasnya itu, Pemerintah menunjuk almarhum sebagai Dewan Pembina Badan Pembinaan Ideologi Pancasila sampai akhir hayatnya.
[BPMI Setpres-Parlementaria]












