DAERAH  

Habiskan APBN 38 Miliar Bangun Jalan, Pemda Flotim Siapkan Lokasi Huntap 5 Hektar

NUSANTARANEWS.co, Larantuka – Pembagunan akses jalan menuju lokasi Hunian tetap (Huntap) di Kuhe yang di kerjakan dari simpang jalam Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang Kabupaten Flores timur (Flotim) kembali menjadi perbincangan , usai di ketahui jalan yang menelan anggaran 38,5 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025 tersebut dibangun menuju ke Kuhe, lokasi Hunian tetap bagi warga pengungsi terdampak erupsi Gunung api Lewotobi dengan luasan yang tersedia 5 hektar.

Pekerjaan akses jalan menuju lokasi Huntap Kuhe berdasarkan informasi yang media kumpulkan, di kerjakan oleh PT Dewi Graha Indah, berdurasi 180 hari kerja sejak diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) tertanggal 15 Desember 2025.

Dalam pantauan media, pekerjaan jalan sepanjang 8, 350 kilometer itu menyisahkan waktu kerja 3 bulan dengan kondisi lapangan baru di kerjakan sepanjang 1,5 kilometer dengan gambaran baru dalam proses pengalian dan urugan dan sebagian sudah dengan pasangan batu.

Satker PJN wialyah IV/PPK 45 Provinsi NTT, Victor A.Nalle yang di konfirmasi Media ( Jumad, 27/2/2026) optimis dengan penyelesaian pekerjaan jalan menuju lokasi Huntap.

” Optimis pekerjaan jalan menuju Huntap Nobo Leto rampung sesuai jadwal waktu” ucap Victor Nalle.

Kondisi curah hujan lanjut Victor Nalle, merupakan hambatan serta perubahan lokasi dari Noboleto ke Kuhe memberikan durasi waktu kerja bisa sampai bulan Agustus 2026.

Terkait pemadatan jalan kata Victor Nalle, untuk panjang 1,5 kilometer, setelah Urpil dan pemadatan di rasa cukup akan di lanjutkan dengan agregat.

“Bulan April 1,5 kilometer sudah kita hotmix”ucap Victor Nalle optmis.

Terkait ketersedian luasan lahan 5 hektar di Kuhe untuk pembangunan Huntap, Bupati Flores timur Anton Doni Dihen kepada media ini (Sabtu, 28/2/2026) menyatakan Fokus terhadap ketersedian luasan 5 hektar untuk Huntap.

“Lokasi Huntap Kuhe potensinya bisa ditambah sampai 20 hektar, tetapi Pemda Flotim fokus dulu ke 5 hektar karena dengan ukuran itu proses pengadaan tanah lebih mudah karena diatas 5 hektar perlu pelimpahan Pemerintah Provinsi ” ucap Bupati Anton Doni Dihen.

Terkait penambahan luasan lahan di seputar Kuhe lanjut Bupati Anton Doni Dihen, ada penawaran lokasi ke pihak Pemda Flores timur, namun Pemda tetap berhati – hati soal saling klaim penguasaan tanah yang membuat pengadaan tanah gagal, tutup Bupati Anton Doni Dihen.(MB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *