Wakil Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi Sebut, Dana 400 Juta Tidak Cukup

Foto ilustrasi

 

NUSANTARA-NEWS.co, Banyuwangi – Dana Rp 400 juta tidak cukup untuk kaitan infrastruktur saluran drainase yang merupakan salah satu solusi  untuk mengatasi atau mengurai banjir yang ada di perkotaan Banyuwangi.

Seperti yang diutarakan oleh Wakil Ketua Komisi IV, Basuki Rahmat. Ia mengatakan jika anggaran Rp 400 juta digunakan untuk infrastruktur drainase tidak cukup dan terlalu kecil.

” Untuk penanganan banjir di musim hujan yang terjadi genangan atau banjir nanti alokasinya meskipun dananya tidak mencukupi karena dananya akan dibagi platfonnya dimasing-masing masing infrastruktur,” kata Basuki Rahmat, Kamis (11/2).

“Kita harus analisis penyebab meluapnya air dari drainase karena apa, apa karena terputus dari hulu ke hilir atau karena sumbatan sampah. Jika karena saluran atau infrastruktur drainase belum sampai ke hilir dan itu pembangunannya membutuhkan dana yang relatif besar, maka dana 400 juta itu tidak cukup. Dana segitu tidak ada apa apanya kalau untuk infrastruktur dari hulu ke hilir,” terang Basuki

Masih Basuki, tidak hanya drainase saja tapi pembanguan jalan juga penting sehingga penggunaan alokasiannya harus tepat sasaran, artinya apa daerah atau wilayah yang rawan banjir yang didahulukan. Contoh yang seperti di depan hotel di Kabat itu kalau belum sampai hilir maka harus dilanjutkan sehingga air itu bisa ke sungai langsung.

“Lalu yang berikutnya, jika infrastruktur drainase sudah ada dari hulu ke hilir maka yang dilakukan adalah membersihkan saluran tersebut dari sampah dan walet yang ada. Pihak Lingkungan Hidup yang bertanggung jawab apakah sudah membersihkan walet walet atau sampah yang ada di saluran itu apa belum,” imbuhnya.

( veri kurniawan )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *