Catatan Syarifuddin Hafid, SH *)
Dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat, saya melakukan kunjungan daerah pemilihan (kundapil) di Desa Lambelu, Kecamatan Bumi Raya, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Sabtu (4/10/2025).
Dalam dialog dengan masyarakat kecamatan Bumi Raya, Kabupaten Morowali, masyarakat menyampaikan berbagai keluhan terkait infratruktur yang harus segera ditindaklanjuti khususnya pembangunan irigasi dan jalan tani.
Persoalan ketahanan pangan dan infrastruktur pertanian memang menjadi tantangan tersendiri, meliputi tantangan infrastruktur (distribusi, penyimpanan, pengolahan), dampak perubahan iklim, degradasi lahan, keterbatasan akses petani (modal, teknologi, pasar), dan ketergantungan impor pangan. Isu-isu ini berkaitan erat, di mana infrastruktur pertanian yang buruk menghambat distribusi dan pasca panen, sementara dampak perubahan iklim dan degradasi lahan menurunkan produktivitas.
Sulawesi Tengah dengan kekayaan sumber daya pertanian, diharapkan menjadi lumbung pangan nasional melalui program ketahanan pangan yang diprakarsai oleh pemerintah pusat, termasuk fokus pada pengembangan lahan pertanian dan perikanan.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus melakukan berbagai upaya untuk mendongkrak produktifitas sektor pertanian.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berupaya mendongkrak produktivitas pertanian melalui berbagai program yang telah dicanangkan Gubernur Anwar Hafid seperti “Berani Panen Raya” untuk meningkatkan target produksi hingga 6 ton per hektar, dan “Program Petani Milenial” untuk regenerasi petani dengan pelatihan teknis, kewirausahaan, dan teknologi. Selain itu, ada upaya meningkatkan sarana dan prasarana, termasuk penyederhanaan izin usaha dan rehabilitasi jaringan irigasi untuk meningkatkan daya saing produk.
Program Berani Panen Raya, fokus pada peningkatan produktivitas secara signifikan dengan target khusus, seperti produksi padi mencapai 6 ton per hektar, serta untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
Sementara program Petani Milenial, didesain untuk menciptakan seribu petani muda setiap tahun melalui pelatihan teknis, pengembangan kewirausahaan, dan adaptasi teknologi.
Langkah strategis dan inovatif Gubernur Sulteng, harus kita dukung. Apalagi pemerintah pusat memberikan kepercayaan kepada Sulteng untuk menjadi salah satu daerah strategis dalam program ketahanan pangan nasional.
Pemprov Sulteng juga berkomitmen untuk memastikan ketersediaan bibit, pupuk, alat, dan akses pasar bagi para petani.
Untuk mewujudkan hal itu, investasi pada infrastruktur seperti jalan, terminal agribisnis, pelabuhan, dan fasilitas pengolahan sangat penting untuk mengatasi masalah distribusi dan meningkatkan nilai tambah, yang pada akhirnya mendukung ketahanan pangan. Sebab, infrastruktur yang tidak memadai akan menghambat upaya mencapai ketahanan pangan, terutama dalam hal distribusi dan pasca panen.
Sulawesi Tengah dipercaya oleh pemerintah pusat untuk menjadi sentra ketahanan dan lumbung pangan nasional. Kepercayaan ini didasarkan pada potensi besar yang dimiliki wilayah tersebut, terutama di sektor pertanian.
Potensi Sulawesi Tengah
Komoditas andalan: Sulawesi Tengah memiliki pertanian yang produktif dengan komoditas andalan seperti padi, jagung, kelapa, kakao, dan cengkeh. Beberapa daerah, seperti Kabupaten Sigi, juga memiliki potensi besar untuk menjadi lumbung pangan padi dan jagung.
Program Kawasan Pangan Nusantara: Pemerintah Provinsi Sulteng mengembangkan Kawasan Pangan Nusantara di Kabupaten Donggala untuk mengantisipasi krisis pangan dan memenuhi kebutuhan pangan nasional.
Mendukung Ibu Kota Nusantara (IKN): Sulteng juga berupaya menjadi salah satu penyangga pangan untuk kebutuhan IKN di Kalimantan.
Potensi industri jagung: Selain padi, Sulteng juga diharapkan bisa menjadi lumbung dan pusat industri jagung nasional karena memiliki lahan perkebunan yang luas.
Kemandirian di bidang pangan bukan hanya soal mencukupi kebutuhan konsumsi, tetapi juga bagian dari menjaga kedaulatan negara. Ketika Indonesia mampu menghasilkan bahan pangan secara mandiri, kita tidak hanya mengurangi ketergantungan pada impor, tetapi juga memperkuat ketahanan nasional secara menyeluruh. Oleh karena itu, dukungan terhadap sektor pertanian menjadi salah satu fokus utama dalam menjalankan Asta Cita.
*) Wakil Ketua II DPRD Provinsi Sulawesi Tengah












