NUSANTARA-NEWS.co, Ambon – Tenaga Medis dan Non-medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Negeri Tulehu, kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah, yang positif terpapar Covid-19 diduga sampai saat ini dana inisiatif dan dana jasa mereka belum tersalurkan atau dibagikan (masih nihil).
Hal ini disampaikan oleh Anggota komisi III DPRD Provinsi Maluku Rofik Afifudin saat dikonfirmasi wartawan dikantor DPRD Maluku, Senin (1/2/2021 ).
Menurutnya, DPRD Maluku belum mengetahui informasi terkait masalah ini, sebab masih dalam dugaan.
Lanjut Afifudin bahwa, Direktur RSUD Tulehu, Dr Dwi Murti Nuryanti, akan diundang oleh DPRD Maluku untuk melakukan rapat bersama yang didampingi juga oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Dr Meykal Pontoh untuk mengklarifikasi terkait informasi yang sedang beredar.
Dalam pertemuan tersebut nantinya, Afifudin akan minta kepada tenaga medis RSUD Tulehu untuk turut diikutsertakan dalam rapat DPRD, agar berani menyampaikan aspirasinya langsung secara terbuka.
Menurutnya, nanti, dirinya akan berkoordinasi dengan ketua dan Wakil ketua DPRD Maluku, untuk melakukan Onthespot langsung ke Rumah Sakit Tulehu untuk mengetahui informasi jika dibutuhkan.
Untuk mendapatkan dana Inisiatif atau dana jasa kata Afifudin adalah orang yang melakukan kontak langsung maupun tidak langsung dengan Covid-19 walaupun itu cleaning service.
Sedangkan DPRD Provinsi Maluku justru memperjuangkan semuanya untuk mendapatkan upahnya, sebab yang mengurus Covid-19 ini semua yang berpotensi tertular,” ungkapnya.
” Ada dua dana yakni, Dana Inisiatif dan Dana Jasa yang menurut Afifudin, mekanisme ini agak sulit dan nanti akan kita lihat apakah yang menjadi persoalan apakah dana inisiatif ataukah dana jasa, ” jelas Afifudin.
Penulis Ernes












