Catatan: Cecep Muhidir, MBA *)
Kebudayaan adalah wujud eksist maupun pola pikir, keyakinan, dan seni yang dimiliki suatu bangsa. Ini mencerminkan identitas, sejarah, dan nilai-nilai yang membedakan satu bangsa dari yang lain, menjadi cerminan eksistensi dan keberlanjutan suatu komunitas.
Kebudayaan lahir dari eksplorasi nilai-nilai luhur kemanusiaan, seperti kebenaran, kebaikan, dan keindahan, yang diekspresikan melalui seni, tradisi, dan cara hidup masyarakat. Ia mencerminkan upaya manusia untuk memahami diri, alam, dan hubungan sosialnya.
Kebudayaan memiliki peran dan fungsi yang sentral dan mendasar sebagai landasan utama dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara karena suatu bangsa akan menjadi besar jika nilai-nilai kebudayaan telah mengakar (deep-rooted) dalam sendi kehidupan masyarakat.
Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia memiliki kekayaan dan keragaman budaya yang luar biasa. Dengan lebih dari 17.000 pulau, 300 suku bangsa, dan berbagai bahasa, adat istiadat, serta tradisi, Indonesia menawarkan mozaik budaya yang unik. Seni, musik, tarian, kuliner, dan ritual seperti wayang, batik, gamelan, hingga upacara adat mencerminkan identitas bangsa yang beragam namun bersatu dalam semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”. Keragaman ini menjadi kekuatan sekaligus tantangan dalam menjaga harmoni dan identitas nasional.
Kekayaan dan keragaman budaya nusantara merupakan daya tarik tersendiri di mata dunia. Seharusnya hal ini dapat dijadikan modal untuk menaikkan citra bangsa di mata dunia sekaligus nilai-nilai fundamental yang berfungsi merekatkan persatuan.
Seperti yang kita ketahui, sebagai sebuah negara bangsa (nation-state) Indonesia memiliki nilai-nilai luhur yang khas dan membudaya di masyarakat seperti gotong-royong, saling tolong menolong, ramah, santun, toleran, dan perduli terhadap sesama.
Nilai-nilai luhur tersebut pada akhirnya dijadikan rujukan untuk membentuk ideologi negara, yaitu Pancasila yang secara umum dibangun atas nilai-nilai luhur yang telah mengakar dan membudaya di masyarakat jauh sebelum Indonesia menjadi negara kesatuan.
Sejak pascareformasi hingga saat ini kebudayaan di Indonesia terus mengalami banyak tantangan yang cukup serius, salah satunya ada upaya-upaya memasukkan budaya asing oleh oknum-oknum habib yang merusak tata nilai budaya luhur milik bangsa Indonesia yang adiluhung.
Untuk menjaga keluhuran dan lestarinya budaya Nusantara, diperlukan upaya, strategi, dan kerja sama yang solid dari berbagai pihak dalam melestarikan kebudayaan nusantara beserta nilai-nilai luhur yang dapat dirujuk untuk membangun karakter dan moral bangsa.
Tidak dapat dipungkiri bahwa kebudayaan merupakan salah satu unsur sentral bagi suatu bangsa, karena melalui kebudayaan, identitas dan jati diri suatu bangsa dapat terejawantahkan.
Tidak hanya itu saja, pelestarian dan pemajuan budaya dapat memberikan banyak dampak positif bagi suatu negara karena banyak negara yang telah mengangkat tradisi, narasi, dan unsur-unsur kebudayaan lainnya untuk memperkuat perekonomian mereka dengan cara mengembangkan industri pariwisata di sektor ini.
Secara potensial Indonesia memiliki modal tersebut, akan tetapi semua bergantung pada kolaborasi dan komitmen dari berbagai pihak untuk mengelola pelestarian, pengembangan, dan pemajuan kebudayaan Indonesia yang ke arah yang lebih baik.
Sebagai bangsa besar, menjaga eksistensi keluhuran budaya berarti melestarikan nilai-nilai luhur, tradisi, dan identitas budaya agar tetap hidup dan relevan di tengah perubahan zaman.
Tantangan utama adalah globalisasi dan modernisasi yang dapat menggerus identitas lokal. Oleh karena itu, keseimbangan antara pelestarian dan inovasi sangat penting dilakukan.
Mari kita jaga dan rawat budaya luhur bangsa Indonesia, agar kita tidak salah arah dalam mencapai tujuan hidup berbangsa dan bernegara.
*) Tokoh Budaya Jawa Barat












