Nusantaranews. co. Bireuen – Bupati Bireuen, H. Mukhlis,menegaskan komitmennya untuk menuntaskan berbagai program yang belum terselesaikan di periode sebelumnya dan perkuat insfrastruktur daerah.
Hal itu diungkapkan H. Mukhlis dalam pidatonya pada acara penutupan Musrenbang RKPK Bireuen 2026 Tingkat Kecamatan Jum’at ( 14/3) di Aula Setdakab lama Bireuen.
Salah satu kebijakan yang ia dorong adalah penyediaan rumah dhuafa sebanyak dua unit per gampong setiap tahunnya melalui pemanfaatan dana desa.
“Saya meminta kepada para Keuchik untuk memastikan program ini berjalan guna membantu masyarakat kurang mampu,” tegasnya.
Selain itu, terkait pasar kering, Bupati Bireuen menyatakan,permasalahan ini akan dikaji lebih lanjut setelah Lebaran dan diselesaikan secara tuntas.
H Mukhlis juga menegaskan, aturan mengenai odong-odong, di mana izin operasional kendaraan hiburan akan dicabut apabila masih menggunakan musik disko yang dianggap tidak mendidik bagi anak-anak.
Sementara sebelumnya, Wakil Bupati Ir. Razuardi, MT, dalam sambutan pembukaan terkait persoalan banjir di Pulo Peuraden, disebutkan setidaknya diperlukan dua tambahan saluran pembuang yang mengarah ke Peusangan dan Jeumpa, serta pemeliharaan dua saluran yang sudah ada.
Menindaklanjuti hal ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah merancang jaringan saluran pembuang yang membutuhkan anggaran sekitar Rp300 miliar.
Upaya ini diharapkan dapat mengurangi risiko banjir yang kerap terjadi di wilayah tersebut.
Pada kesempatan yang sama, Camat Kota Juang Musni Syahputra, S.IP. M.Ec.Dev, mewakili empat kecamatan ( Kec. Kota Juang, Kuala, Juli dan Jeumpa) memaparkan program prioritas pembangunan infrastruktur, antara lain:
1 Kota Juang : Norma lisasi dan konektivitas saluran air di pusat kota Bireuen.
2. Kecamatan Juli: Pembangunan jembatan rangka sepanjang 100 meter di Gampong Bale Panah.
3.Kecamatan Jeumpa: Pengaspalan jalan di Lipah Rayeuk, Cot Geureudong, dan Lipah Cut.
4.Kecamatan Kuala: Pembangunan jalan evakuasi di Lancok Kuala Raja.
Musni Syahputra menyebut Musrenbang menjadi forum penting dalam merancang pembangunan Bireuen ke depan, dengan harapan seluruh program yang telah direncanakan dapat direalisasikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. ( Suherman Amin)












