NUSANTARANEWS.co, Ranau – Intensitas curah hujan yang tidak bersahabat pada senin sekira pukul 18.30 wib menjelang malam hari, mengakibatkan terjadinya longsor dibeberapa titik ruas jalan penghubung lintas provinsi sumatera selatan dan provinsi lampung yaitu tepatnya berada di perbatasan kabupaten Oku selatan dan Lampung Barat.
Lokasi terjadi longsor tersebut terjadi dibeberapa titik yang tepatnya berada di desa pilla dan desa Bedeng Tiga kecamatan Warkuk Ranau Selatan.
Atas musibah tanah longsor tersebut mengakibatkan beberapa rumah milik warga hancur terbawa material longsoran, dan diperoleh informasi bahwa beberapa tiang listrik yang tumbang serta mengakibatkan putusnya kabel PLN sehingga terjadi pemadaman listrik dibeberapa desa sekitaran kecamatan Warkuk dan seputaran daerah Ranau Raya.
Mirisnya musibah tanah longsor tersebut menjadi derita atas nama Sudarmin dan Suratno, rumahnya hancur ikut terbawa longsoran tanah dan batu. Tak hanya itu, saat pasca kejadian longsor, warga desa pilla dan sekitarnya juga ikut bahu membahu membantu evakuasi dari keluarga korban Sudarmin dan Suratno yang terjepit tertimpa diantara reruntuhan rumah dan material longsoran tersebut.
Karena kondisi malam hari dan dalam keadaan gelap gulita warga sedikit kesulitan membantu evakuasi korban yang sedang kondisi hamil tersebut. Akhirnya dengan penerangan lampu senter seadanya,korban suami istri tersebut berhasil dan bisa diselamatkan warga.
Reza Pahlevi, selaku kepala desa pilla saat pasca evakuasi korban longsoran membenarkan terjadi nya longsoran didesanya tersebut.
” Untuk sementara ada 2 rumah warga yang hancur terkena dampak longsoran , salah satu pemilik rumah yang lagi hamil sempat dibantu warga keluar dari puing- puing rumah longsoran tersebut dan langsung di bawa ke bidan terdekat, selain itu tidak ada korban jiwa hanya sebatas luka-luka ringan saja, sedangkan keluarga korban yang lain sudah kita ungsikan ke rumah warga didesa pilla ” jelas Remon sapaan akrabnya.
“Saat ini untuk jumlah kerugian warga belum bisa kita perhitungkan,sebab selain rumah,ada juga kerugian berupa 4 unit motor dan ternak kambing milik korban ” tambah kepala desa.
Dijelaskannya juga bahwa hingga saat ini kondisi desanya terisolir,akibat jalan lintas provinsi tersebut masih tertimbun reruntuhan longsoran tanah,kayu dan batu.
” Untuk sementara kendaraan motor dan mobil belum bisa melintas namun tadi kita sudah berkordinasi dengan Camat warkuk ranau selatan serta dengan pihak BPBD OKU Selatan, sekarang infonya alat berat sudah menuju lokasi dan mudah”an bisa segera ditangani .” Tutupnya.
( Yeli )












