Dukung Sinergi Kementerian UMKM-Barantin, Syarifudin Hafid Dorong Komoditas Desa Mendunia

Wakil Ketua II DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Syarifudin Hafid, SH

JAKARTA, NUSANTARANEWS.co – Pemerintah terus bergerak cepat memperluas jangkauan pasar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ke kancah global.

Melalui langkah strategis terbaru, Kementerian UMKM resmi menjalin sinergi dengan Badan Karantina Indonesia (Barantin) demi mempermudah dan mempercepat produk lokal menembus pasar ekspor internasional.

Kerja sama ini diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) serta Perjanjian Kerja Sama teknis antara Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rachman, dan Sekretaris Utama Barantin.

Fokus utama kolaborasi ini adalah percepatan pemenuhan persyaratan karantina bagi komoditas ekspor unggulan daerah.

Dukungan Penuh

Langkah strategis ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Wakil Ketua DPRD Sulawesi Tengah (Sulteng), H. Syarifuddin Hafid.

Syarifuddin menyatakan bahwa kolaborasi antara kementerian dan institusi karantina di tingkat pusat merupakan stimulus segar bagi perekonomian Bumi Tadulako. Menurutnya, hambatan terbesar pelaku usaha di daerah selama ini adalah minimnya pemahaman alur birokrasi dan standarisasi ekspor.

“Kami sangat mengapresiasi dan mendukung penuh sinergi ini. Ini adalah jawaban atas aspirasi para petani, nelayan, dan pelaku UMKM kita di desa-desa yang memiliki produk luar biasa namun sering kali kesulitan menembus pasar internasional karena terkendala regulasi teknis karantina,” ujar Syarifuddin Hafid saat dimintai tanggapannya, Rabu [30/9/2026].

Ia menambahkan, pihak legislatif siap mengawal dan memastikan implementasi program turunan dari kerja sama ini berjalan optimal di seluruh kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah.

“Tentu kami akan mendorong penguatan regulasi daerah serta alokasi program yang sejalan agar produk-produk lokal kita dari pelosok desa bisa terintegrasi langsung dengan ekosistem ekspor global,” tegasnya.

Sebagai informasi, Sulawesi Tengah tengah menjadi sorotan berkat lonjakan performa ekspor hortikultura, khususnya durian beku ke pasar China yang hingga Agustus 2026 mencatatkan volume 8.377 ton dengan nilai menembus Rp871 miliar.

Di samping itu, komoditas kelautan seperti kepiting bakau dan ikan tuna dari Sulteng juga kian diminati di pasar dunia.

Syarifuddin Hafid menilai momentum ini harus dijaga bersama lewat komitmen lintas sektor. Kolaborasi erat antara peningkatan kapasitas SDM dari Kementerian UMKM, pendampingan teknis Barantin, dan pengawasan legislatif di daerah diyakini mampu mewujudkan Gerakan 1.000 Pelaku Usaha Ekspor Sulteng untuk naik kelas secara masif dan berkelanjutan.

[Jgd/Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *