LARANTUKA, NUSANTARANEWS.co – Percepatan pembangunan Hunian tetap (Huntap) bagi warga penyitas letusan Gunung Api Lewotobi , terus di upayakan oleh Pemerintah Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Di tengah banjirnya sorotan publik, fakta molornya penyediaan lahan dan terhambatnya pembangunan hunian tetap hingga tahun 2026 menjadi soal yang terus mengintari Pemda Flotim dan warga penyitas.
Upaya terus dilakukan Pemerintah daerah Flotim dalam percepatan penyediaan Hunian tetap (Huntap) bagi Warga penyitas, termasuk membuka isolasi wilayah dengan akses jalur tarnsportasi baru sebagai alternatif bagi warga terdampak. Hal ini diakui Wakil Bupati Flores Timur, Ignas Boli Uran yang dikonfirmasi media ini pada Rabu (9/9/2026).
Wabup Ignas Boli Uran, dalam keterangannya menyebut, dalam rangka percepatan pembangunan hunian tetap, Pemda Flotim masih fokus dengan proses pemenuhan dokumen syarat baru yang di minta BPN/Atr dalam soal pengadaan tanah.
Menyentil soal jalur akses jalan ke pantai selatan yang sudah tersedia lahannya, Wabup Ignas Boli Uran, menyebut , ada alokasi anggaran Rp. 1 miliar yang bersumber dari bantuan Presiden RI, Prabowo Subianto, yang bakal dialokasikan untuk pembukaan jalan alternatif dari Desa Boru Kedang (Borked) menuju Desa Hewa di Kecamatan Wulanggitang.
” Akses jalan itu sebagai jalan alternatif ke pantai selatan Wulanggitang” ujar Wabup Ignas Boli Uran.
Wabup Ignas mengatakan, soal relokasi mandiri atau terpusat harapannya agar pertimbangan lokal Pemerintah Flotim dalam usulan di setujui pemerintah pusat, karena pembangunan hunian tetap secara mandiri di sepanjang lokasi jalan alternatif, sangat tergantung kelayakan lokasi menurut ketentuan Pemerintah pusat.
Informasi ketersediaan lahan untuk pembukaan jalan alternatif dari Desa Boru kedang menuju selatan Kecamatan Wulanggitang di Desa Hewa tersebut, dibenarkan oleh Kepala Desa Boru Kedang, Don Boruk yang dikonfirmasi media ini pada Kamis (10/9/2026).
Don Boruk kepada media ini melalui saluran whats app menyatakan, warganya telah sepakat melepaskan hak atas tanahnya tampa ganti rugi.
” Ada 30 pemilik lahan yang sudah kita pertemukan dan bersedia melepaskan hak kepemilikan atas tanah sepanjang 7 kilometer tanpa ganti rugi” tegas Don Boruk
Kesepakatan pelepasan hak ini lanjut Don Boruk, tetap dengan pertimbangan untuk perkembangan Desa Boru kedang dan desa – desa sekitarnya yang bakal menghuni lintasan jalan yang di bangun Pemda Flotim.
Warga yang melepaskan hak tanah secara cuma-cuma untuk pembangunan jalan trans selatan Wulanggitang ini sebut Kades Don Boruk, sangat berharap perhatian Pemerintah daerah (Pemda) Flores timur.
” Mereka berharap, tidak dilupakan oleh Pemda Flotim” tegas Don Boruk.
Don Boruk menyebut, perhatian pemerintah Flotim dalam harapan warganya, terkait alokasi program pemberdayaan untuk masyarakat petani.
Bantuan rehabilitasi tanaman perkebunan yang rusak seperti kopi, kelapa dan coklat, lewat program perkebunan bisa menjadi perhatian Pemerintah.
Don mengungkapkan warganya sangat berharap dengan pelepasan tanah untuk akses jalan secara cuma-cuma ini, bisa menjadi perhatian Pemerintah dalam bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni di wilayahnya.
Terkait usulan pembangunan huntap secara mandiri di wilayahnya, Kades Don Boruk juga menyarankan, Pemerintah daerah Flores Timur untuk meninjau kembali usulan pembangunan hunian tetap mandiri yang di usulkan oleh penyitas yang tinggal di wilayahnya di Desa Boru kedang.
Menurutnya, lokasi yang disurvey, jika boleh di pindahkan ke jalur jalan yang bakal di buka ini, dengan pertimbangan akses jalan dan air bersih yang sulit jika berada di lokasi awal yang telah di survey.
Soal dukungan terhadap percepatan pembangunan Huntap bagi penyitas, Kades Borked yang selalu bicara kritis ini menyebut, pada dasarnya, alternatif pembukaan jalan menuju Desa Hewa dari Desa Boru kedang merupakan solusi terbaik, jika luasan lahan untuk pembangunan huntap secara terpusat tidak bisa di dapatkan Pemda Flotim.
Artinya sebut Don Boruk, lintasan jalan baru yang dibuka nantinya, bisa jadi alternatif bagi warga penyitas untuk membangun Hunian tetap disepanjang jalan dari Boru kedang menuju Hewa.
Karena menurutnya, akses jalan baru ini bisa mendekatkan aktivitas ekonomi warga yang selama ini cukup terhambat, selain itu ketersediaan air bersih di daearah Boru kedang cukup memungkinkan untuk melayani aktivitas masyarakat yang bakal menghuni daerah tersebut.(MB)












