Tak perlu AC, ini cara buat kamar dingin semalaman

MEDAN, NUSANTARANEWS.co — Saat suhu di luar meningkat, kamar tidur bisa menjadi salah satu area rumah yang paling tidak nyaman. Udara akan terasa pengap, kasur menyimpan rasa panas, dan tidur pun menjadi lebih sulit.

Bagi penghuni rumah yang tidak memiliki AC atau ingin mengurangi penggunaannya, ada sejumlah cara sederhana untuk membuat ruangan terasa lebih sejuk.

Dilansir dari Good Housekeeping, salah satu kuncinya adalah mencegah panas masuk sejak siang hari, kemudian memanfaatkan udara luar ketika suhu mulai turun pada malam hari.

Cara-cara Menjaga Kamar Dingin Tanpa AC

*Tutup gorden saat siang

Sinar matahari yang masuk melalui jendela dapat membuat suhu ruangan meningkat. Maka itu, gorden sebaiknya ditutup ketika matahari sedang terik.

Kebiasaan ini juga bisa dilakukan sebelum meninggalkan rumah. Dengan gorden dalam keadaan tertutup, ruangan tidak terus-menerus menerima paparan sinar matahari selama rumah kosong.

Gorden menjadi salah satu perlengkapan yang dapat membantu mengurangi panas matahari yang masuk melalui jendela.

*Gunakan tirai blackout

Jika gorden belum cukup, tambahkan tirai blackout pada jendela. Berbeda dengan gorden pada umumnya, tirai blackout terdiri atas beberapa lapisan kain yang ditenun rapat sehingga efektif menghalau cahaya matahari. Beberapa di antaranya juga memiliki lapisan termal yang membantu mempertahankan suhu ruangan.

Untuk kamar tidur, tirai blackout dapat digunakan terutama pada jendela yang mendapat banyak paparan matahari. Dengan begitu, panas dari luar tidak mudah masuk ke ruangan sepanjang siang.

*Ganti seprai dengan bahan lebih sejuk

Suhu kamar bukan satu-satunya hal yang memengaruhi kenyamanan saat tidur. Material yang bersentuhan langsung dengan tubuh juga perlu diperhatikan.

Saat cuaca panas, gunakan seprai dengan karakteristik menyerap kelembapan dan bantu mengatur suhu. Katun perkale dan linen dapat menjadi pilihan.

Sebaliknya, hindari material seperti mikrofiber, fleece, flanel, dan kain sintetis ketika kamar sedang terasa panas. Bahan-bahan tersebut dapat membuat tempat tidur terasa kurang nyaman ketika suhu meningkat.

*Pasang stiker film di jendela

Selain gorden dan tirai blackout, panas yang masuk melalui jendela dapat dikurangi dengan pemasangan stiker film kaca di jendela.

Jenisnya beragam, mulai dari film transparan yang pemasangannya membutuhkan bantuan profesional, hingga jenis yang lebih murah dan dapat dipasang sendiri. Film tersebut tetap memungkinkan cahaya masuk tapi bantu mengurangi jumlah panas yang masuk ke ruangan.

Cara ini dapat menjadi pilihan bagi penghuni rumah yang tetap ingin mendapatkan cahaya alami tanpa membiarkan terlalu banyak panas masuk melalui kaca jendela.

*Gunakan dehumidifier jika udara lembap

Ruangan terasa tidak nyaman bukan hanya karena suhu yang tinggi. Tingkat kelembapan udara juga dapat membuat kondisi kamar terasa semakin gerah.

Dalam kondisi tersebut, dehumidifier dapat digunakan untuk mengurangi kelembapan berlebih dari udara. Dengan kelembapan yang lebih rendah, ruangan dapat terasa lebih nyaman.

Dehumidifier juga tidak hanya berguna ketika cuaca panas. Peralatan ini dapat digunakan di area rumah yang lembap, seperti ruangan khusus cuci baju.

*Manfaatkan kipas angin

Kipas dapat menjadi alternatif untuk membantu mengalirkan udara di kamar tanpa menggunakan AC. Kipas plafon menjadi salah satu jenis kipas yang efektif untuk mengedarkan udara.

Jika menggunakan kipas plafon, arah putarannya perlu diperhatikan. Kipas perlu diarahkan berlawanan arah jarum jam agar menghasilkan hembusan udara yang memberikan sensasi sejuk.

Kipas meja juga dapat dimanfaatkan dengan cara berbeda, tergantung kondisi udara di dalam dan luar rumah. Jika udara di dalam lebih panas daripada di luar, letakkan kipas di jendela terbuka dengan arah hembusan keluar.

Cara ini membantu mengeluarkan udara panas dari kamar. Ketika suhu di luar sudah turun pada malam hari, kipas dapat ditempatkan di depan jendela dengan arah hembusan ke dalam untuk bantu memasukkan udara yang lebih sejuk.

*Buka jendela saat malam

Malam hari menjadi waktu yang tepat untuk memanfaatkan penurunan suhu di luar rumah.

Jika suhu di luar sudah lebih rendah, buka jendela yang letaknya berseberangan untuk menciptakan cross-breeze atau aliran udara silang.

Sistem sirkulasi ini membantu udara bergerak dari satu sisi ruangan ke sisi lainnya sehingga bantu mengeluarkan udara panas yang terperangkap.

Efek tersebut dapat diperkuat dengan menempatkan kipas di jendela. Saat digunakan untuk memasukkan udara malam yang lebih sejuk, arahkan kipas ke dalam ruangan. Periksa celah pada jendela dan pintu Panas dari luar juga dapat masuk melalui celah kecil pada jendela dan pintu.

Karena itu, kondisi lapisan penyekat perlu diperiksa sebelum cuaca semakin panas. Jika terdapat penyekat jendela dan pintu yang rusak, segera ganti bagian tersebut. Celah, lubang, atau retakan tambahan juga dapat ditutup menggunakan caulk atau perekat khusus.

Langkah ini bantu mencegah udara panas masuk melalui celah yang seharusnya tertutup. Jangan biarkan lampu menyala tanpa perlu Kebiasaan membiarkan lampu menyala sepanjang hari juga sebaiknya dikurangi ketika cuaca panas, khususnya lampu pijar.

Lampu LED memang tidak menghasilkan panas dalam jumlah besar tapi lampu pijar dapat mengubah sebagian besar energinya menjadi panas. Karena itu, matikan lampu di kamar atau area rumah yang sedang tidak digunakan.

Selain bantu mengurangi sumber panas, kebiasaan mematikan lampu juga membuat kamar lebih nyaman ketika digunakan untuk beristirahat pada malam hari, seperti dikutip dari kompas.com, Kamis (10/9/2026) sore.

(KTS/rel)

Sumber: Kompas.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *