BUDAYA  

Mengabadikan Budaya Kearifan Lokal Lewat Bimtek Menulis

NUSANTARANEWS.co, Bengkayang Kalbar – Sebanyak 60 peserta mengikuti bimbingan teknis menulis budaya kearifan lokal. Berlangsung di aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bengkayang, Selasa, (04/11/2025).

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bengkayang menggelar acara Bimtek kepenulisan mengangkat tema budaya dan kearifan lokal.

Kegiatan ini diikuti oleh 60 peserta yang berasal dari berbagai utusan. Diantaranya penggiat literasi, pengelola perpustakaan desa, pengelola perpustakaan sekolah, masyarakat umum dan pelajar SMA.

Dalam sambutannya Plt Kepala Bidang Perpustakan J. R. Aleksi, S. IP mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menggali kearifan budaya lokal yang ada di kabupaten Bengkayang dan bisa mengabadikan lewat naskah-naskah yang nanti dihimpun menjadi satu untuk dijadikan bahan bacaan ber ISBN dan bermutu.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mengangkat kembali budaya dan kearifan lokal yang ada di Kabupaten Bengkayang lewat bimtek menulis esai dan artikel,” ujarnya.

Hadir dalam acara Dr. Yan, S.Sos., M.Si yang merupakan Staf Ahli Bupati bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan yang mewakili Bupati Bengkayang.

Dalam sambutannya Dr. Yan menyambut baik kegiatan ini dan memberikan motivasi agar generasi muda bisa menulis budaya budaya lokal yang ada di Kabupaten Bengkayang. Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan yang bermanfaat  dan strategis. Dalam menumbuhkan  budaya literasi yang memperkuat identitas daerah  dan sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya lokal melalui karya tulis kearifan lokal melalui bimtek menulis esai dan artikel.

Dr.Yan juga memberikan reward kepada 5 orang guru dan kepala sekolah yang telah berkarya dan rajin membaca buku, berupa buku yang sudah disiapkannya dari rumah.

Hadir sebagai pemateri adalah Suandi, S.Pd Ketua KPBJ Kalbar dan merupakan alumni mentor Forum Indonesia Menulis (FIM).

Suandi dalam penyampaiannya menekankan bahwa menulis itu mudah.
Ia mengutip beberapa kalimat yang menggugah dan motivasi peserta.

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Tulisan adalah cara untuk meninggalkan jejak dan memastikan keberadaan kita dalam sejarah,” imbuhnya.

Hadir juga penulis senior sebagai narasumber kedua yakni Drs. Hendrikus Clement. Hendrikus Clement. Menyampaikan materi terkait bagaimana membedakan antara esai dan artikel. Beliau juga menggali banyak budaya Bengkayang yang sudah hampir punah dan meminta peserta bimtek menuliskannya.

Kegiatan bimtek ini dilaksanakan dua hari. Hari kedua diisi oleh Paran, S.Pd.M.Pd dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang yang memberikan materi terkait dengan editing naskah. Paran merupakan penulis Buku Kamus Dayak Kanatyan.

Di hari kedua kegiatan ditutup oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bengkayang, H.Heni Juniarti, S.T.M.M.

Dalam sambutannya ia mengatakan, bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka melestarikan banyak budaya kearifan lokal. Sebagai tindak lanjut kegiatan ini nantinya akan ada lomba menulis esai dan artikel, imbuhnya.

Peserta sangat senang mengikuti kegiatan selama dua hari. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut hingga lahir penulis penulis handal dari Bumi Sebalo.

(Bang Su / Ibnu Azan)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *