Laporan : Arif Andepa dari Pulau Pinang Malaysia
NUSANTARANEWS.co, Malaysia – Pada masa kejayaan Aceh pada 1607-1636 di bawah kepemimpinan Raja Aceh ke XII Sultan lskandar Muda, pengaruh kekuasaannya sampai Bengkulu dan ke-Semenanjung malaya.
Kekuatan maritim Aceh waktu itu sangat kuat dan salah satu tempat yang paling strategis untuk menghadang kolonial portugis masuk ke malaka adalah Pulau Pinang.
Maka Aceh menempatkan sebagian pasukan di Pulau Pinang dan setelah bertahun- tahun sebagian pasukan ada yang kembali pulang dan sebagian lagi tetap menetap di Pulau Pinang kemudian membuat perkumpulan atau komunitas Aceh.
Supaya komunitas Aceh lebih terkontrol dan kuat salah satu warga dari keturunan Raja Aceh Tengku Syed Hussain bin Idit membangun perkampungan Aceh bernama ” Lebuh Acheh ” Georgetown-Pulau Pinang kemudian Tengku Syed Hussain membangun sebuah Masjid Malayu yang kemudian diwakafkan kepada ummat islam.
Masjid tersebut sekarang sudah berusia 200 tahun lebih dan makam Tengku Syed Hussain bin Idit bersama warga Aceh lainnya sampai sekarang masih terurus.
Sampai saat ini keturunan Aceh yang menetap di Pulau Pinang sudah beranak pinak berwarga negara malaysia, namun yang disayangkan mereka tidak lagi mengerti bahasa dan adat-istiadat Aceh.
Namun demikian dari kisah nyata ini dapat kita ambil hikmah bahwa dimanapun orang Aceh berada, selalu memberi warna positif untuk kehidupan ummat ……. Amiiin….. Amiiin…. Amiii… ya Rabbal alamin….. Bersambung..












