Driver ojol geruduk kantor Gubsu, tuntut hapus GHB dan program Slot Food

Foto: Puluhan driver ojol yang tergabung dalam Aksi Solidaritas Driver Medan (ASDM) menggelar unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumut, Senin (23/6/2025).

NUSANTARANEWS.co, Medan — Puluhan driver ojek online (ojol) yang tergabung dalam Aksi Solidaritas Driver Medan (ASDM) menggelar unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumut (Gubsu), di Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, Senin (23/6/2025).

Mereka menyampaikan tiga tuntutan demi keadilan bagi driver ojol, yakni Hapus Biaya Berlangganan GHB (Grab Biaya Hemat), Hapus Program Slot Food, dan Bentuk Regulasi Hukum Ojol Roda 2.

Ketua ASDM, Timbul Siahaan, mengungkapkan, kedatangan mereka dengan menggelar unjuk rasa ini untuk mencari keadilan dan kehidupan layak bagi driver, dengan menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah Provinsi Sumut.

“Kami datang ke sini bukan untuk mencari kekayaan tapi hanya mencari keadilan dan kehidupan layak bagi driver,” sebut Timbul di atas mobil bak terbuka dengan pengeras suara saat menyampaikan tuntutan aksi.

Timbul sebagai koordinator dalam aksi ini, menuntut Gubsu Muhammad Bobby Afif Nasution untuk mencari solusi atas tuntutan mereka karena driver ojol dibebankan dengan program aplikator yang merugikan mitranya sendiri.

“Kami berharap Bapak Gubernur Sumut melihat nasib para driver ini. Kami bekerja selama delapan tahun ini, tidak ada perlindungan kami di sini dari segi hukum. Kami sudah lelah. Kami sudah capek. Terlalu lama diam dengan tidak kepastian ini,” kata Timbul kepada wartawan.

Adapun rapat yang sudah dipimpin langsung oleh Kadishub Sumut di Kantor Dishub Sumut, dengan poin aplikator akan memberikan jawaban satu bulan. Namun ditunggu hingga 1 Mei 2025, tidak ada realisasinya.

Timbul sangat berharap kepada Gubsu dapat memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi driver ojol terhadap aplikator yang merugikan tersebut.

Timbul mengatakan, apa yang dihadapi dan dituntut driver ojol ini, harus mereka sampaikan kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau Gubernur Aceh Muzakir Manaf.

“Kami menilai Bapak Gubernur bijaksana dan paham suara rakyatnya. Tapi, nggak meski kami harus melapor ke Surabaya, melapor ke Gubernur Jawa Barat, KDM atau melapor ke Gubernur Aceh untuk nasib kami. Kami paham Pak Gubernur akan mendengar keluhan kami,” sebut Timbul.

Demo ini, menurut Timbul, tidak lepas untuk menjaga marwah dan wibawa dari Pemprov Sumut, jangan sampai kalah melindungi masyarakat dari ketidakadilan yang dilakukan aplikator jasa transportasi online itu.

“Kami menghargai wibawa Pemerintah karena hasil notulennya tidak dihargai. Tentunya, kami bergerak karena alasan itu,” ucap Timbul tegas.

Kemudian, massa sempat disambut Kepala Dinas Perhubungan Sumut Agustinus Panjaitan bersama Kasatpol PP Sumut, Moettaqien Hasrimi. Namun ditolak dengan halus oleh para pendemo.

“Sudah mau adzan zuhur. Kita tunggu salat zuhur dulu,” kata Timbul menggunakan alat pengeras suara, dan Agustinus serta Moettaqien kembali masuk ke Kantor Gubsu, seperti dikutip dari medanbisnisdaily.com, Senin (23/6/2025) malam.

(KTS/rel)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *