POLRI  

Duka Mendalam Selimuti Keluarga Besar Polda Kepri

Kapolda: Ini Menjadi Duka Bagi Kami Seluruh Jajaran

Nusantara News.co.Batam. — Kabar duka menyelimuti keluarga besar Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri). Salah seorang personel Bintara Remaja Polda Kepri, Bripda Natanael Simanungkalit (20), anggota Ditsamapta Polda Kepri, meninggal dunia di Rumah Sakit Bhayangkara Batam pada dini hari Selasa (14/4/2026). Peristiwa ini terjadi setelah korban diduga mengalami kekerasan yang dilakukan oleh seniornya di Rusun Polda Kepri pada Senin malam (13/4/2026).

Duka mendalam atas peristiwa ini langsung disampaikan langsung oleh Kapolda Kepri, Irjen Pol. Asep Saripuddin, S.I.K., M.H. Dalam keterangan persnya, Kapolda ” menyampaikan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya.

“Pertama-tama kami menyampaikan turut berduka cita yang mendalam. Ini menjadi duka bagi kami seluruh jajaran Polda Kepri,” ucap Pak jendral ‘ dalam rilis yang diterima awak media pada selasa (14/4/2026).

Penanganan Tanpa Kompromi

Kapolda Asep menegaskan bahwa institusi Polri tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran hukum oleh anggotanya. Merespon kejadian ini, Kapolda telah memerintahkan jajarannya untuk bergerak cepat dan tegas. Saat ini, Bidang Propam Polda Kepri bersama Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) telah memproses kasus ini secara serius.

“Kami akan memproses perkara ini secara tegas dan tuntas, baik melalui jalur pidana maupun kode etik. Sanksi berat termasuk Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) akan dijatuhkan apabila terbukti,” tegas pak kapolda. “Tidak ada yang ditutup-tutupi dalam penanganan kasus ini.”

Proses Hukum dan Langkah Transparansi

Untuk memastikan objektivitas, Polda Kepri telah menangani kasus ini secara transparan:

Penetapan Tersangka & Pemeriksaan Anggota Lain: Satu orang anggota telah diamankan dan ditetapkan sebagai terduga pelaku utama. Selain itu, tiga anggota lainnya yang berada di lokasi kejadian juga turut diperiksa untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Autopsi Independen: Polda Kepri melakukan autopsi dengan melibatkan tim independen dari Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia serta tim forensik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) RSCM untuk memastikan penyebab pasti kematian korban secara ilmiah dan komprehensif.

Kapolda Asep Saripuddin juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban atas insiden ini. Ia berkomitmen untuk memastikan seluruh proses penanganan perkara berjalan secara akuntabel dan berkeadilan.

( yasir )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *