OPINI  

Membangun Jalan Ramah Lingkungan Integrasi Proyek Infrastruktur Jalan di Bireuen

Oleh: Ir. Basrizal, S.T *)

Kabupaten Bireuen, dengan kekayaan alamnya yang melimpah, menghadapi tantangan besar dalam menyeimbangkan pembangunan infrastruktur jalan dengan pelestarian biodiversitas.

Sebagai staf Bidang Bina Marga Dinas PUPR, saya menyadari bahwa proyek jalan tidak hanya tentang membangun akses transportasi, tetapi juga harus mempertimbangkan dampaknya terhadap ekosistem sekitar.

Dalam beberapa tahun terakhir, pembangunan jalan di Bireuen telah mengubah lanskap alam, termasuk fragmentasi habitat satwa liar, hilangnya vegetasi asli, dan gangguan terhadap daerah resapan air.

Namun, dengan pendekatan yang tepat, proyek infrastruktur jalan dapat dirancang untuk meminimalkan dampak negatif dan bahkan berkontribusi pada pelestarian biodiversitas.

Salah satu tantangan utama dalam pembangunan jalan adalah fragmentasi habitat, yang dapat mengganggu pergerakan satwa liar dan mengurangi keanekaragaman hayati. Di Bireuen, pembangunan jalan lintas Kecamatan Peusangan dan Kecamatan Jeunieb telah memotong koridor migrasi beberapa spesies, termasuk mamalia kecil dan reptil.

Untuk mengatasi hal ini, Dinas PUPR mulai mengadopsi konsep “wildlife crossing” atau jalur penyeberangan satwa, seperti pembuatan jembatan kecil atau terowongan di bawah jalan yang memungkinkan satwa melintas dengan aman.

Contohnya, pada proyek jalan Desa Cot Gapu, kami merancang dua terowongan kecil untuk memfasilitasi pergerakan satwa, yang hasil pemantauannya menunjukkan peningkatan aktivitas satwa di area tersebut.

Selain itu, penghijauan tepi jalan (roadside greening) dengan tanaman asli menjadi strategi penting untuk memulihkan biodiversitas.

Kami telah mengganti tanaman hias non-asli dengan vegetasi lokal seperti Ficus spp. dan Eugenia spp. yang tidak hanya tahan terhadap cuaca ekstrem tetapi juga menyediakan makanan dan habitat bagi burung dan serangga.

Pada proyek jalan Kecamatan Kota Juang, penanaman 1.000 pohon asli di sepanjang tepi jalan berhasil menarik kembali kehadiran burung pemakan serangga, yang juga membantu mengendalikan hama tanaman di sekitar jalan.

Pengelolaan air limpasan (stormwater management) juga menjadi fokus dalam proyek jalan berkelanjutan.

Daripada membiarkan air hujan mengalir langsung ke sungai dan membawa polutan, kami menerapkan sistem bio-swale (parit resapan vegetatif) dan rain garden (taman resapan) di sepanjang jalan utama Bireuen.

Sistem ini tidak hanya mengurangi banjir tetapi juga menyaring polutan dan menyediakan habitat bagi amfibi dan serangga. Contohnya, di ruas jalan Kecamatan Peulimbang, pembuatan bio-swale telah mengurangi sedimentasi di sungai terdekat hingga 25% sekaligus meningkatkan keanekaragaman serangga air.

Namun, tantangan tetap ada. Minimnya anggaran khusus untuk komponen lingkungan dalam proyek jalan sering menjadi kendala.

Selain itu, kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya integrasi biodiversitas dalam infrastruktur jalan juga perlu diatasi. Untuk itu, kami merekomendasikan:

1. Penyusunan pedoman teknis pembangunan jalan ramah lingkungan yang spesifik untuk kondisi Bireuen, termasuk pemetaan daerah sensitif biodiversitas.

2. Pelibatan masyarakat dalam program penghijauan tepi jalan dan pemantauan satwa liar.

3. Kolaborasi dengan akademisi untuk penelitian dampak proyek jalan terhadap biodiversitas dan solusi inovatif.

Nah..Pembangunan jalan di Bireuen tidak harus menjadi ancaman bagi alam. Dengan pendekatan yang inovatif dan kolaboratif, infrastruktur jalan dapat menjadi bagian dari solusi pelestarian biodiversitas. Langkah kecil seperti penanaman pohon, pembuatan jalur satwa, dan pengelolaan air limpasan yang baik dapat memberikan dampak besar bagi keberlanjutan ekosistem di Bireuen.

Sebagai insinyur, kita memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya memajukan ekonomi, tetapi juga menjaga warisan alam bagi generasi mendatang. (Red)

*) Mahasiswa Program Magister Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, Program Pascasarjana Universitas Almuslim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *