NUSANTARANEWS.co, Fakfak [Papua Barat] – Bupati Fakfak Samaun Dahlan dan Wakil Bupati Fakfak Donatus Nimbitkendik langsung menjalankan tugasnya dengan menggelar apel perdana di Halaman kantor Pemda Fakfak.
Apel ini diikuti oleh ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), lingkup Pemkab Fakfak, Senin (10/3/2025).
Dalam arahannya, Bupati Samaun Dahlan mengatakan, salah satu tagline pembangunan yang berkaitan dengan tata kelola birokrasi dan kesehjahtraan ASN adalah tagline Fakfak BISA atau birokrasi sejahtera.
” Saya dengan wakil bupati khususnya menjadi tunjangan perbaikan penghasilan ( TPP ) yang harus di bayarkan tepat waktu dan juga menjadi perhatian dan komitmen untuk meningkatkan besaran nilai TPP sesuai dengan janji politik kami sejalan dengan kinerja ASN,” kata Bupati.
Bupati menekankan pentingnya disiplin di semua aspek pemerintahan, termasuk tata kelola pemerintahan dan keuangan
Ia mengungkapkan bahwa selama mengikuti program retret di Magelang bersama kepala daerah se-Indonesia, dirinya dan Wakil Bupati Donatus Nimbitkendik mendapatkan pelatihan tentang kedisiplinan, kebersihan, efektivitas, dan efisiensi dalam melayani masyarakat.
“Kami berkomitmen untuk menerapkan semua ilmu yang kami dapat di Magelang ke dalam tata kelola pemerintahan Kabupaten Fakfak. Disiplin akan menjadi dasar utama dalam menjalankan pemerintahan ini,” ujar Samaun Dahlan.
Selain itu, ia juga mengajak seluruh ASN, P3K, untuk mendukung kebijakan pemerintahan yang baru.
Sementara itu, Wakil Bupati Donatus Nimbitkendik menegaskan bahwa keberhasilan pemerintahan bergantung pada kerja sama semua pihak. Ia menyoroti tiga aspek penting dalam mendukung pemerintahan ke depan, yaitu kesantunan, kecerdasan, dan persatuan.
“Kesantunan sangat diperlukan dalam menjalankan roda pemerintahan agar tidak ada upaya perpecahan. Kita harus menjunjung tinggi semangat persatuan dalam bingkai” kata Donatus Nimbitkendik
Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam pemerintahan. Menurutnya, era digitalisasi menuntut ASN, P3K, untuk terus belajar dan meningkatkan konektivitas dari tingkat pusat hingga desa.
“Kami ingin pemerintahan yang bersih, transparan, dan bebas dari korupsi, kolusi, serta nepotisme. Digitalisasi adalah salah satu kunci untuk mewujudkan itu,” tegasnya.
Dengan komitmen disiplin dan digitalisasi, kepemimpinanb Samaun Dahlan dan Donatus Nimbitkendik diharapkan mampu membawa Kabupaten Fakfak menuju pemerintahan yang lebih baik dan efektif.
[engel orun]












