HUKUM  

Gagal bayar, Kejagung usut dugaan korupsi Asuransi Taspen rugikan negara Rp 161 M 

Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjutak

 

Jakarta – Kejaksaan Agung, mengusut dugaan korupsi di lingkungan PT Asuransi Jiwa Taspen, terkait pengelolaan dana investasi periode 2017-2020, yang merugikan uang negara hampir Rp 161 miliar.

Menurut Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjutak,  penyelidikan dilakukan berdasarkan surat perintah penyelidikan yang diterbitkan oleh Jampidsus Kejagung, pada Selasa (4/1/2022) lalu.

“ Surat Perintah Penyelidikan yang ditandatangani oleh Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-01/F.2/Fd.2/01/2022 tanggal 4 Januari 2022,” kata Leonard Eben Ezer Simanjutak.

Disampaikan Leonard, pada tanggal 17 Oktober 2017 PT Taspen AJT melakukan penempatan dana investasi sebesar Rp 150 miliar dalam bentuk kontrak pengelolaan dana (KPD) di PT Emco Asset Management selaku Manajer Investasi dengan underlying berupa medium term note (MTN) PT Prioritas Raditya Multifinance (PT PRM).

Leonard mengungkapkan, sejak awal diketahui MTN PT Prioritas Raditya Multifinance tidak mendapat peringkat (investmeng grade).

Dana pencairan MTN tersebut, oleh PT PRM tidak dipergunakan sesuai dengan tujuan MTN dalam prospectus. Tetapi langsung mengalir didistribusikan ke grup perusahaan PT Sekar Wijaya dan beberapa pihak yang terlibat dalam penerbitan MTN hingga membuat gagal bayar.

Selanjutnya, tanah jaminan dan jaminan tambahan MTN PT PRM seolah-olah dijual ke PT Nusantara Alamanda Wirabhakti dan PT Bumi Mahkota Jaya.

“ Penjualan tanah ini melalui skema investasi dengan cara PT Taspen Life berinvestasi pada beberapa reksadana, kemudian dikendalikan untuk membeli saham-saham tertentu, yang dananya mengalir ke kedua perusahaan tersebut untuk pembelian tanah jaminan dan jaminan tambahan,” ujar Leonard.

Ungkap Leonard, akibat pengelolaan dana yang keliru tersebut, diduga terdapat kerugian keuangan negara setidak-tidaknya sebesar Rp 161,6 miliar.

Untuk mengungkap kasus tersebut, penyidik telah memeriksa seorang saksi terkait dengan perkara tersebut pada Rabu (12/1/2022).

“ Saksi yang diperiksa berinisial RS selaku Kepala Divisi Keuangan dan Investasi PT Asuransi Jiwa Taspen periode 2017-2020, diperiksa terkait dengan investasi MTN Prioritas Finance pada tahun 2017 oleh PT Taspen Life,” kata Leonard.

(rus/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *