Catatan D. Supriyanto JN
Belum lama berselang, saya dan istri mampir di kedai bakso di sebuah mall di kawasan Margonda Depok. Sambil menunggu pesanan, istri saya tersentak melihat seorang wanita paruh baya, menimang nimang boneka yang sekilas mirip bayi.
“ Pah, itu boneka ditimang-timang seperti bayi, aneh ya,” kata istri saya.
Saya hanya bisa menjawab singkat,” ini jaman edan, segala keanehan tak malu dipertontonkan di area publik termasuk di mall,”
Belakangan, tren mengadopsi boneka arwah atau spirit doll sedang menjadi perbincangan. Bahkan sejumlah artis dan publik figure pun ikut mengadopsi.
Bahkan, menurut mereka, boneka arwah tersebut berbeda dari boneka pada umumnya. Sebagian besar yang mengisi arwah boneka tersebut, diklaim merupakan arwah anak-anak yang meninggal, tapi masih belum menemukan cahaya untuk pulang.
Saya dan istri saya pun hanya bisa mengelus dada.
Tren boneka arwah atau spirit doll ini, bisa berdampak negative bagi penggunanya. Terutama ketika spirit doll mengganggu kesadaran individu terhadap realitas yang ada. Artinya, pengguna tidak bisa membedakan ini boneka beneran hidup atau tidak. Hal ini bisa berbahaya, terutama jika seseorang sudah menganggap boneka seperti anaknya sendiri, sampai memberikan kasih sayang yang berlebihan. Bonekanya diajak ngobrol, bahkan bonekanya pun dimarahi pula.
Menterjemahkan kasih sayang, tentu harus dilakukan pada tempatnya.
Mengutip pendapat ustad Muhammad Faizar, boneka arwah itu merupakan bentuk berhala-berhala modern.
“Dan di setiap berhala, terdapat syaitan-syaitannya yang dia selalu menampak-nampakkan diri kepada juru kunci atau pemiliknya. Kemudian mereka berbicara dengan juru kunci tersebut atau bahasa sekarang bicara dengan yang mengadopsi. Misalnya, halo mama atau halo papa, aku namanya ini. Itu berhala modern namanya. Hati-hati,” ujarnya dalam kanal Youtube Ustad Muhammad Faizar.
“ Kalau mau punya anak, adopsilah anak manusia. Anak-anak yatim piatu yang mereka tidak ditinggalkan harta oleh orang tuanya,” jelasnya.
Ustad Muhammad Faizar juga mengimbau untuk menjaga akal sehat dari tren spirit doll.
Apa yang disampaikan Ustad Faizar, bisa menjadi sebuah perenungan, agar kita tidak salah langkah dalam menterjemahkan nilai-nilai kasih sayang.
Jadi ayolah, jangan sampai akal sehat kita rusak gara-gara berhala-berhala modern ini.
*) Pengamat sosial dan kemanusiaan












