HUKUM  

850 ballpress pakaian bekas diamankan BC Teluk Nibung, Kanwil Sumut dan Kepri

Sebanyak 850 balpress pakaian bekas diamankan dari KM Hesnitha-1, di perairan Sei Sembilang, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Kamis (18/11/2021) lalu.

 

NUSANTARA-NEWS.co, Medan — Bea Cukai Teluk Nibung, Kanwil DJBC Sumut dan Kanwil DJBC Kepri mengamankan 850 ballpress pakaian bekas dari KM Hesnitha-1, di perairan Sei Sembilang, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Kamis (18/11/2021) lalu.

“Seluruh ballpress tersebut disimpan di Pangkalan/Dermaga Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara. Sedangkan nakhoda KM Hesnitha-1 dan lima anak buah kapal (ABK) masih dalam proses pemeriksaan dalam rangka penyidikan lebih lanjut,” kata Kepala Kantor BC Teluk Nibung Tutut Basuki melalui Kasi Penindakan dan Penyidikan, Musliadi, kepada pers, Rabu (24/11/2021).

Disebutkan Musliadi, ratusan ballpress yang diangkut KM Hesnitha-1 tersebut berangkat dari Pulau Carry, Malaysia, pada 17 November 2021, dengan tujuan Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara. Sementara pemilik 850 bal pakaian bekas tersebut teridentifikasi dengan inisial C, warga negara Malaysia.

“Setelah digiring ke dermaga Kanwil DJBC Sumut, dilakukan proses pembongkaran dan pencacahan bersama untuk diproses lebih lanjut. Sementara barang bukti hasil penindakan berupa 1 unit kapal KM Hesnitha-1 GT 29 Nomor PPf 5527/L berbendera Indonesia, 850 ball pakaian bekas, 2 unit HP, 1 unit GPS, 1 helai bendera Malaysia, disita oleh penyidik KPPBC TMP C Teluk Nibung,” katanya.

Musliadi menuturkan, untuk kerugian negara secara materil tidak dapat diperhitungkan karena merupakan barang yang dilarang impor sesuai Peraturan Menteri Perdagangan Peraturan Menteri Perdagangan No 18 Tahun 2021 tentang barang dilarang ekspor dan barang dilarang impor.

“Terkait pelanggaran yakni Pasal 102 huruf (a) UU Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan atas UU Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan. Setiap orang yang mengangkut barang impor yang tidak tercantum dalam manifes, dipidana karena melakukan penyelundupan di bidang impor dengan pidana penjara paling singkat 1 tahun dan pidana penjara paling lama 10 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 50 juta dan paling banyak Rp 5 miliar,” katanya.

(KTS/rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *