NUSANTARA-NEWS.co, Banyuwangi – Wacana Pemerintah Daerah Banyuwangi melalui Dinas Pemuda Dan Olahraga ( Dispora ) untuk menampung dan mengarahkan para pebalap liar di jalanan dengan menyediakan sirkuit balap masih diambang wacana.
Terkendalanya lahan dan anggaran yang menjadi masalah utama dalam penyediaan sirkuit.
Seperti yang dijelaskan oleh Kabid Sarana dan Prasarana Dispora Banyuwangi Alvin saat diwawancarai oleh nusantaranews.co di ruang kerjanya
” Pihak Dispora telah mengambil berbagai alternatif rencana dalam pengadaan sirkuit di Banyuwangi. Sehingga kami mengambil alternatif-alternatif rencana salah satunya kita sudah pernah koordinasi dengan pak Tinton Soeprapto yang punya sirkuit sentul itu, yang invest untuk mengadakan membuat sirkuit mobil yang bisa digunakan untuk motor juga, namun terkendala tanah yang akan dibuat sirkuit tersebut,”.
Sampai saat ini, belum ada suport dari pemerintah Daerah dalam mendukung wacana tersebut, karena masih banyak jalan di Banyuwangi yang perlu untuk perbaikan.
Masih Alvin, saya berpikir begini, ketika ada media sarana itu nanti akan mengurangi terjadinya balap liar, mereka seperti itu karena tidak ada sarana, kita paham seperti itu, namun untuk pembuatan sarana sirkuit motor ini kan sangat besar pembiayaannya, kalau hanya jalan lurus tanpa safety juga percuma, jadi mulai pagar dan sebagainya itu harus diperhatikan juga
Kalau andaikata kita punya punya tanah, APBD siap mungkin mudah untuk menyelenggarakan, tapi ketika apbd saat ini kondisi covid seperti, yang hanya fokus pada pemulihan ekonomi dampak covid ini kita harus cari alternatif lain, terang Kabid yang gemar bersepeda gayuh itu
“Alhamdulillah setidaknya ada satu tempat yang bersedia untuk kegiatan sirkuit tersebut yaitu Pasewaran yang tempatnya di Bangsring, yang saya sampaikan juga untuk dibuat konsep sirkuit seperti BMX yang ada di Muncar jangan ada penginapan yang d sediakan panitia acara biar peserta menginap di rumah penduduk, daripada semua dimonopoli oleh sana, penduduk tidak dapat apa-apa, itu akan timbul pertentangan, kalau di BMX kan tidak ada penginapan,” imbuh Alvin.
(veri)












