NUSANTARANEWS.co Morowali – Kurangnya daya listrik di Morowali mengakibatkan PLN rayon Bungku harus melakukan pemadaman bergilir. Tercatat sejak tanggal 26 oktober 2020 sampai 20 mei 2021 PLN rayon Bungku tetap melaksanakan pemadaman bergilir bahkan saat bulan suci ramadhan PLN tetap melaksanakan pemadaman bergilir.
Menyikapi listrik yang terus di padamkan secara bergilir, puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Morowali Menggelar Aksi Demo di mulai dari kantor Bupati Morowali, Kantor PLN rayon Bungku dan selanjutnya ke kantor DPRD Morowali. Kamis (20/05/2021).
Para mahasiswa geram dan menganggap Pemerintah Daerah, DPRD serta PLN rayon Bungku tidak serius menangani masalah listrik di Kabupaten Morowali, akibatnya masyarakat dirugikan.
Koodinator aksi Amrin mengatakan aksi yang di lakukan hari ini mewakili seluruh elemen lapisan masyarakat yang telah di rugikan atas kondisi listrik di Morowali hingga terjadinya pemadaman bergilir selama berbulan-bukan bahkan sampai hari ini.
” UU no 30 tahun 2009 tentang kelistrikan dan ketentuan mengenai kompensasi kepada konsumen yang di rugikan saat terjadi pemadaman listrik sangat jelas mengaturnya juga dalam peraturan Menteri dan Sumber daya mineral no 27 tahun 2017″ ujar Amrin.
Olehnya kata dia Aliansi Mahasiswa menuntut enam hal yakni pertama pihak PLN ULP Bungku segera melakukan perbaikan sistem kelistrikan.
Kedua memberikan kompensasi kepada konsumen serta transparasi pihak PLN ULP Bungku kepada konsumen.
Ketiga Pemda atau Bupati Morowali mengambil sikap terhadap kondisi listrik di Morowali dan melakukan pengawasan serta pembinaan terhadap PLN ULP Bungku.
Keempat Meminta Dirut PLN untuk mengaudit dan menambah mesin pembangkit di PLN ULP Bungku.
Kelima Mendesak pihak UIW Sulutenggo untuk segera menambah unit mesin pembangkit.
Keenam jika dalam waktu satu bulan pemadaman listrik masih berlangsung, maka Kepala PLN ULP Bungku di copot dari jabatannya.
” Jika apa yang menjadi tuntutan hari ini tidak di laksanakan dan pemadaman bergilir terus di lakukan, maka kami akan datang kembali dengan masa aksi yang lebih besar” tegas Amrin.
Saat menggelar aksi di depan Kantor PLN ULP Bungku, mobil komando mahasiswa di halang aparat kepolisian, mahasiswa pun kemudian membakar ban dan berorasi meminta Kepala PLN ULP Bungku untuk segera menemui mahasiswa.
Setelah negosiasi Kepala PLN Bungku Amirul Huda akhirnya menemui massa aksi dan mengajak mereka untuk bersama-sama ke Gedung DPRD.
“Banyak hal yang akan kami bicarakan di DPRD sekaligus memaparkan rencana-rencana kerja PLN ke depan sehingga tidak ada lagi pemadaman listrik sesuai harapan masyarakat Morowali. Kamipun tidak menghendaki listrik ini padam” ucap Amirul Huda dari mobil komando masa aksi.
Usai menemui masa aksi Kepala PLN ULP Bungku kemudian bersama mahasiswa menuju Kantor DPRD Morowali. Dari hasil Audiensi yang di hadiri anggota DPRD Morowali, Kapolres Morowali, Asisten I Pemda Morowali, Kepala PLN ULP Bungku serta Danramil 01/1311 Morowali menghasilkan kesepakatan yang termuat dalam berita acara bernomor 671.1/171/DPRD/V/2021.
Hasil kesepakatan menyebutkan bahwa harus ada solusi dari pihak PLN untuk mengantisipasi masalah kelistrikan yang terjadi di Kabupaten Morowali pihak PLN menjalankan fungsinya sebagaimana yang diamanatkan, dan bersama DPRD beserta Pemda Morowali siap mengawal sampai ke Kantor Pusat Manado untuk menekankan masalah penambahan daya.
Usai menerima berita acara masa aksi kemudian membubarkan diri dengan tertib di kawal aparat keamanan personil Polres Morowali, anggota TNI dan anggota Sat Pol PP.
( Muchlis Ibrahim).












