NUSANTARA-NEWS.co, Jakarta – Aksi kejahatan dengan berbagai modus memang seringkali kita dengar, demikian pula dengan kisah salah satu korban warga Cibinong, Jawa Barat saat dihubungi oleh awak media, Kamis (5/8/2021).
Iin Iryani yang diketahui merupakan seorang pengusaha jasa travel umroh. Iin merasakan dampak atas pandemi Covid-19. Dengan berbagai cara akhirnya Ia memutuskan untuk mencari peluang usaha lainnya.
“ Pada awalnya, tahun kemarin saya tertarik di bisnis, yang kebetulan ada yang memperkenalkan saya dengan seseorang, bernama Herrysawati Bakrie yang mengaku sebagai Direktur Utama PT. Rysa Karya Lintas Indonesia yang berkantor sebuah Cafe Jl. Cipete, Jakarta Selatan,” ungkapnya.
Iin mengungkapkan, waktu itu banyak orang yang mendaftar, melaksanakan kontrak.
Pihak PT Rysa Karya Lintas Indonesia, menunjukkan bahwa dia punya gudang. Kepada semua mitra diwajibkan memberikan jaminan atau deposit/DP sebesar Rp.1 miliar untuk kemitraan minyak Bimoli dan Rp500 juta untuk kemitraan Kopi Kapal Api.
“ Setelah melakukan pembayaran kontrak, disepakati bahwa ketentuan belanja di luar dari deposit yang mana saya memenuhi persyaratan tersebut. Pada awalnya pembelajaan lancar dan dapat terealisasi. Dan jika dihitung-hitung jumlah barang yang dikirim ada sekitar 1M,” ungkapnya.
“ Setelah itu, dengan berbagai alasan pengiriman mulai tersendat, bahkan barang pesanan pun tidak dikirimkan dengan alasan masalah armada dan lain-lain. Akhirnya saya mulai mencari tahu dan ternyata korbannya tidak hanya saya saja, banyak yang menjadi korban tapi saya nggak kenal orangnya,” tuturnya.
Setelah melakukan mediasi yang tak kunjung ada jalan keluarnya, tetap tidak ada itikad baik. Selanjutnya Iin membuat laporan di kepolisian Jakarta Selatan pada bulan Oktober tahun 2020.
“ Baru tahu ternyata orang tersebut merupakan residivis dana tsunami Aceh yang di penjara dan baru keluar bulan Juni. Setelah sekian lama, akhirnya laporan LP bulan Oktober 2020 lalu pada Minggu kemarin saya baru menerima SP2HP yang mana baru naik ke tingkat sidik, ujarnya
“ Harapan saya pihak kepolisian dapat bertindak cepat agar tidak ada lagi korban selanjutnya,” harap Iin.
Pewarta : Asep Nurdin












