Cegah Destructive Fishing, PSDKP Gelar Kampanye dan Edukasi

Plt Dirjen PSDKP Drs Antam Novambar.

NUSANTARA-NEWS.co Morowali – Kampanye dan Edukasi Penanggulangan Destructive Fishing di gelar Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Dirjen Pengawasan Kelautan dan Perikanan (PSDKP) bertempat di Desa Mbokita Kecamatan Menui Kepulauan Kabupaten Morowali Selasa (23/03).

Kegiatan ini mengusung tema “Dengan Semangat Morowali Sejahtera Bersama, Hentikan Penangkapan Ikan dengan Cara Merusak Secara Permanen Habitat dan Ekosistem Perairan”.

Hadir pada kegiatan ini Sekjen KKP sekaligus Plt. Dirjen PSDKP, Drs. Antam Novambar, SH, M.Hum, Direktur Pemantauan dan Operasi Armada, Dr. Pung Nugroho Saksono, A.Pi., MM, dan Plt. Direktur PSDK sekaligus Ditjen PSDKP, Eko Rudianto, M.Bus., IT.nWakil Bupati Morowali, Dr. H. Najamudin, S.Ag., S.Pd., M.Pd., Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Drs. Fajar, Kepala Dinas DPMDP3A, Alamsyah, S.STP., M.Ec., Dev., Camat Menui Kepulauan, Suaib Amja, Camat Bungku Pesisir, Sudarmin, SE., para pejabat eselon III dan IV lingkup Pemkab Morowali serta para Kepala Desa wilayah Kecamatan Menui Kepulauan.

Sekjen KKP, Plt. Dirjen PSDKP Antam Novambar dalam sambutannya meminta agar peserta yang hadir dapat menjadi perpanjangan tangan untuk menyampaikan kepada masyarakat pentingnya menghentikan kegiatan destruktif fishing.

Menurut Antam dampak dari pengeboman ikan akan merusak terumbu karang serta menghancurkan dan merusak habitat ikan. Kegiatan seperti ini dapat mengancam nasib masa depan anak cucu kita kelak.

Olehnya dia mengajak masyarakat nelayan untuk menjaga laut Morowali dengan tidak melakukan kegiatan destructive fishing melainkan memulai dengan cara baru yang lebih ramah lingkungan.

” Mengebom ikan dampaknya sangat luarbiasa. Terumbu karang rusak, habitat ikan juga ikut rusak. Saya mengajak mari kita jaga bersama laut kita, agar terumbu karang yang luar biasa indah serta kekayaan alamnya tidak hancur dan dapat dinikmati lagi oleh generasi yang akan datang”. ujar Antam.

Petugas kami lanjut Antam datang bukan untuk menakuti nelayan tetapi justru mengajak dan membujuk para nelayan agar meninggalkan cara menangkap ikan dengan bom yang merusak lingkungan.

‘ Saya akan upayakan untuk membawa sejumlah bantuan ke daerah ini, semoga secepatnya dapat direalisasikan. Baik itu berupa alat tangkap ataupun perahu, semuanya sesuai kebutuhan masyarakat” ucap Antam.

Sementara Wakil Bupati Morowali, Najamudin mengatakan untuk menghilangkan kegiatan destructive fishing, Pemda Morowali telah melaksanakan berbagai program pemberdayaan, salah satunya dengan memberikan bantuan kepada pelaku usaha perikanan.

Wabup berharap aksi kampanye nasional Edukasi Penanggulangan Destructive Fishing yang di gelar ini dapat memberi pemahaman kepada masyarakat pentingnya menjaga habitat ikan dan tidak merusak terumbu karang hingga dapat berdampak positif bagi para nelayan, khususnya dalam peningkatan ekonomi.

” Saya berharap kegiatan ini berkelanjutan dengan tetap membangun sinergi antara pusat dan daerah serta dukungan unsur maritim sehingga laut Morowali tetap terjaga. Semoga kegiatan ini dapat memberi dampak pertumbuhan ekonomi lokal dan memacu daerah untuk lebih kreatif dalam mengelola sumber daya di wilayah laut”, tandasnya.

(Muchlis Ibrahim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *