LARANTUKA, NUSANTARANEWS.co – Polemik 25 tahun tampa menikmati jalan laik, warga Desa Lewopao, Kecamatan Ileboleng, Kabupaten Flores timur di Provinsi NTT kembali menikmati angin segar.
Pelantikan Kepala Desa Lewopao penganti antar waktu (PAW), Musbah Raya Gara Ama pada Senin ( 7/9/2026) oleh Asisten 1 Setda Flores timur, Jack Arakian menjadi angin segar dan harapan baru bagi warga Lewopao, Kecamatan Ileboleng.
Pasalnya, soal kerusakan jalan di Desa Lewopao, belakangan ini terus menjadi perhatian publik. Ancaman warga untuk kembali menutup akses jalan setelah tertipu oleh janji Pemda Flotim bukan cuma isapan jempol belaka.
Beberapa tokoh Ileboleng dalam komunikasi dengan media ini terus menyoroti buruknya perhatian Pemerintah daerah Flotim. Akses jalan trans Adonara yang meliwati Desa Lewopao, Kecamatan Ileboleng, sebut mereka , rusak parah dari 25 tahun lalu tampa satupun sentuhan perhatian Pemerintah.
Momentum pelantikan Kepala Desa Lewopao Antar waktu sebut Raymond Kopong, seharusnya di lakukan oleh Bupati Flores timur, Anton Doni Dihen.
Raymond Kopong yang mengkonfirmasi media ini pada Senin ( 7/9/2026) menyebut, ketidak hadiran Bupati Anton Doni Dihen memicu sejumlah pertanyaan di tengah kerasnya sorotan warga Lewopao soal akses jalan yang rusak selama 25 tahun.
Raymon Kopong mengkritik, ketidak hadiran Bupati Anton Doni Dihen dalam pelantikan Kepala Desa Penganti Antar waktu (PAW) di Lewopao sebagai upaya menghindari pertanyaan warga.
” Ini gambaran lemahnya keterpanggilan moril pemimpin Flotim ” ujar Raymond Kopong.
Menurutnya, tekanan warga Lewopao soal jalan rusak, harusnya di respon Bupati Anton Doni Dihen dengan hadir di Desa Lewopao dan melantik Kepala Desa antar waktu dan bukannya ke Jakarta.
” Sabagai warga, kita sesalkan cara – cara pemimpin yang selalu menghindar tampa kepastian jawaban, termasuk hari ini mengutus Asisten untuk melantik Kades Lewopao” tegas Raymond Kopong.
Soal tekanan lanjutan sebut Raymond Kopong, tetap di jalankan untuk kepentingan Ileboleng, terkhusus bagi kepentingan perbaikan jalan trans Adonara yang meliwati Lewopao.
Kebutuhan perbaikan jalan ini lanjut Raymond Kopong, sebagai agenda utama untuk memastikan sejauh mana perhatian Pemda Flotim bagi Ileboleng.
Gerakan ini tetap fokus dengan penutupan akses jalan di Lewopao dan tekanan ke Bupati Flotim di Larantuka.
Raymond Kopong menyebut, dua gerakan ini jika akhirnya tidak melahirkan keterpanggilan moril Pemerintah , maka jelas ada alternatif lain yang lebih humanis yang bakal di tempuh untuk mengurus kerusakan jalan.
[MB]










