Catatan: BRM.Dr.Kusumo Putro SH.MH
Seperti kita ketahui di dalam kebudayaan Jawa, terdapat sangat banyak ungkapan atau peribahasa yang mengandung ajaran luhur. Salah satu ungkapan yang sering kita dengar namun jarang kita petik hikmahnya adalah “Urip mung mampir ngombe” (Hidup hanya singgah minum).
Jika diartikan secara harfiah, kalimat ini bermakna bahwa hidup ini hanyalah singgah sejenak untuk meminum air. Namun, jika direnungkan dengan mendalam, ungkapan ini mengandung filsafat hidup yang sangat dalam dan relevan dengan keadaan zaman sekarang.
Hidup Ini Singkat dan Fana
Kata “mampir” (singgah) menunjukkan bahwa waktu yang kita miliki di dunia ini sangatlah singkat. Layaknya orang yang singgah untuk minum, kita hanya datang sebentar lalu akan pergi lagi. Hal ini mengingatkan kita agar tidak sombong dan tidak terbawa arus oleh keduniawian, karena semuanya itu hanyalah titipan.
Mencari Kebahagiaan Sejati
Kata “ngombe” (minum) dapat dimaknai sebagai upaya mencari kebahagiaan atau kepuasan. Namun, kebahagiaan sejati bukanlah berasal dari harta benda yang melimpah, melainkan dari rasa syukur dan ketenangan hati. Layaknya orang yang minum air saat haus, hidup ini seharusnya mampu memberi “kesegaran” bagi orang lain, bukan hanya memikirkan kepentingan pribadi.
Aja Gumunan, Aja Getunan, Aja Kagetan
Filsafat “singgah minum” juga berkaitan dengan prinsip Tri Tangguh Jawa. Karena hidup ini hanya singgah, maka kita harus:
Aja Gumunan: Tidak kaget jika ada orang yang lebih kaya atau sukses, karena segala sesuatu sudah ada yang mengatur.
Aja Getunan:_ Tidak menyesal jika ada kesalahan yang terjadi, karena itu adalah bagian dari perjalanan hidup.
Aja Kagetan: Siap sedia menerima keinginan dan kesusahan, karena hidup itu berubah-ubah layaknya roda.
Petunjuk Bagi Generasi Muda
Di era digital sekarang, banyak pemuda yang gelisah dan stres akibat tekanan media sosial. Filsafat “Urip Mung Mampir Ngombe” bisa menjadi obat yang mujarab. Kita harus ingat bahwa status, followers, dan harta benda hanyalah “minuman” yang bisa habis. Yang abadi adalah amal jariyah dan nama baik yang kita tinggalkan.
Harapan
Semoga dengan memahami makna Urip Mung Mampir Ngombe”,i kita bisa menjalani hidup dengan lebih tenang, tidak terburu-buru, dan selalu ingat kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena pada akhirnya hidup, kita akan kembali ke asal kita, hanya membawa amal dan perilaku kita.
Rahayu…












