Biaya tukar uang baru di tepi jalan di Medan naik, Rp 1 juta jadi Rp 1,4 juta

Foto: Penyedia jasa penukaran uang baru di Lapangan Merdeka Medan menawarkan uang baru warga Medan, Kamis (19/3/2026).

NUSANTARANEWS.co, Medan — Seputaran jalan Lapangan Merdeka, Kota Medan, Sumatra Utara, banyak jasa tukar uang baru menjelang Lebaran. Sejak beberapa hari sebelum Lebaran, mereka sudah menjajakan jasa penukaran uang baru. Namun pada H-2 Lebaran yang ditetapkan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, biaya untuk penukaran uang baru tersebut naik.

Para penyedia jasa tukar uang baru tersebut berdiri berjejer di sepanjang jalan. Beberapa langsung menghampiri warga yang sedang melintas. Selain itu, mereka juga menjajakan kepada warga yang sedang duduk di taman terbuka Lapangan Merdeka.

“Untuk tarif jasa tukar beda-beda, tergantung pecahan berapa. Kalau pecahan Rp 20.000 menjadi Rp 2.450.000 per blok (100 lembar). Pecahan Rp 10.000 per blok menjadi Rp 1.450.000. Pecahan Rp 5.000 per blok menjadi Rp 750.000,” ucap penyedia jasa tukar uang baru, Rudi, Kamis (19/3/2026).

Rudi mengatakan, untuk pecahan lebih kecil juga diminati. Dia mengatakan, untuk pecahan Rp 1.000 dan Rp 2.000 tetap diminati namun paling tinggi pecahan Rp 5.000 dan Rp 10.000.

“Pecahan Rp 1.000 menjadi Rp 150.000 per bloknya, lalu pecahan Rp 2.000 menjadi Rp 250.000 per blok. Permintaan paling tinggi pecahan Rp 5.000 dan Rp 10.000 karena warga merasa mudah dibagi-bagi ketika Lebaran kepada sanak keluarga,” ungkapnya.

Sementara itu, penyedia jasa penukar uang lainnya, Anita, mengatakan, tarif jasa tukar uang menjelang Lebaran naik sesuai kebijakan dari toke penukaran uang baru.

“Kami beli dari toke besar, bukan dari bank. Dari toke saja mahal, malah dinaikkan harganya sehingga kami juga menaikkan tarif jasa penukaran uang mendekati Lebaran,” tuturnya.

Sebelumnya, berdasarkan pantauan pers, Senin (16/3/2026), sejumlah penyedia jasa tukar uang baru di Lapangan Merdeka mematok harga atau biaya lebih rendah.

Untuk pecahan Rp 5.000 menjadi Rp 670.000 per blok (100 lembar), kemudian ada pecahan Rp 2.000 menjadi Rp 260.000 per blok, pecahan Rp 1.000 menjadi Rp 110.000 per blok.

Kemudian pecahan Rp 10.000 memiliki biaya admin cukup tinggi sebesar Rp 1.300.000 per blok dan pecahan Rp 20.000 menjadi Rp 2.400.000 per blok.

Anita mengaku dia sudah lama menjadi jasa tukar uang setiap Lebaran. Jasa tersebut menjadi ladang pencaharian untuknya dan sejumlah orang di Lapangan Merdeka.

“Saya sudah lama menjalankan bisnis ini. Saya pasti akan menjadi jasa tukar uang baru menjelang Lebaran. Menjalankan bisnis ini menguntungkan dan agak sedikit berisiko apalagi menjalankannya di pinggir jalan,” ungkapnya.

Dia mengatakan, permintaan uang baru menjelang Lebaran meningkat. Dia menyebutkan, banyak masyarakat tidak mendapat kesempatan menukarkan uang baru ke bank.

“Tahun ini permintaan penukaran lumayan ramai, apalagi mendekati Lebaran terus ada yang beli padahal stok menipis. Permintaan naik terus mendekati dua hari menjelang Lebaran. Admin yang tinggi tidak menjadi masalah bagi pengincar uang baru,” katanya.

Selain itu, dia juga mengatakan, beberapa warga hanya bertanya soal tarif jasa dan pecahan yang tersedia. Dia juga menyebutkan, sejak siang hingga sore berada di Lapangan Merdeka.

“Banyak juga tanya-tanya pecahan dan besaran tarif yang kami buat. Ada yang jadi, ada juga yang pergi. Kalau saya sejak siang sudah di sini hingga sore nanti,” tukasnya.

Anita mengatakan, permintaan pecahan uang akan terus meningkat mendekati Lebaran.

“Makin banyak nanti permintaan uang pecahan mendekati Lebaran. Hari ini saja banyak permintaan,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu warga, Nina mengeluhkan jasa penukaran uang baru terlalu mahal. Dia menilai para jasa penukar uang baru mengambil kesempatan menjelang Lebaran.

“Jasa penukaran uang baru terlalu mahal dan mereka mengambil kesempatan dalam kesempitan menjelang Lebaran,” keluhnya.

Dia juga mengatakan memilih ke jasa penukar uang baru karena tidak mendapatkan kesempatan di bank. Dia mengeluhkan susahnya mendapatkan uang pecahan.

“Kemarin nggak dapat ketika mau tukar uang pecahan di bank. Mau nggak mau harus beli meskipun tarif jasa mahal karena dibutuhkan untuk bagi-bagi untuk saudara ketika Lebaran,” imbuhnya, seperti dikutip dari detikSumut, Jumat (20/3/2026) siang.

(KTS/rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *