NUSANTARANEWS.co, Labuan Bajo [Manggarai Barat] – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax dan Pertamina Dex melanda Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Akibatnya, puluhan kapal wisata yang menjadi urat nadi pariwisata daerah itu terancam berhenti beroperasi di tengah puncak musim kunjungan wisatawan.
Salah seorang pengusaha speedboat, Juventus, mengatakan para operator kapal sudah kesulitan mendapatkan pasokan BBM sejak beberapa hari terakhir. Menurutnya, lonjakan permintaan tidak diimbangi dengan ketersediaan stok yang memadai dari pihak distributor.
Kami sudah minta berhari-hari, bahkan ada yang harus mengisi secara bertahap karena stok tidak memadai”kata Juventus saat ditemui pada Senen(11/8/2025).
Juventus khawatir, jika situasi ini dibiarkan, operasional kapal bisa lumpuh total. Hal ini berisiko membuat wisatawan yang sudah memesan perjalanan batal berlibur dan kecewa.
Dampaknya langsung ke reputasi Labuan Bajo sebagai destinasi kelas dunia,” ujarnya.
Para pelaku usaha mengklaim telah mengajukan volume kebutuhan BBM secara resmi, tetapi realisasi pasokan dari distributor jauh dari harapan. Padahal, kelancaran operasional kapal wisata mulai dari liveaboard hingga perahu penyeberangan menjadi penopang utama ekonomi lokal, yang turut menghidupi pemandu wisata, nelayan, pengelola penginapan, hingga UMKM.
Ia menegaskan masalah ini bukan sekadar urusan bisnis, melainkan menyangkut keberlanjutan ekonomi masyarakat Labuan Bajo yang berstatus Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Status tersebut semestinya menjadi jaminan atas ketersediaan pasokan energi.
“Kami minta agar Pertamina, otoritas pelabuhan, dan pemda bergerak cepat, memastikan pasokan BBM berjalan lancar dan transparan,” kata Juventus.
Oleh karena itu, para pelaku pariwisata mendesak pemerintah dan Pertamina segera mengambil langkah konkret. Tuntutan mereka mencakup penambahan pasokan BBM sesuai kebutuhan musim puncak, penerapan sistem distribusi yang adil dengan prioritas untuk operasional pariwisata, serta digelarnya dialog terbuka untuk mencari solusi permanen dengan para pelaku Wisata diLabuan Bajo.
[Rikar]












