Panen Jagung di Ummul Ayman 3 : Langkah Nyata Menuju Ketahanan Pangan dan Kemandirian Ekonomi Dayah

NUSANTARANEWS co, Pidie Jaya – Dayah Mahasiswa Ummul Ayman III, Pidie Jaya kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi dengan menggelar panen jagung di lahan pertanian milik dayah pada Jumat (20/6/2025) di kompleks dayah, Desa Mns Bie, Meurah Dua, Pidie Jaya.

Selain upaya mendukung program Asta Cita Presiden Republik Indonesia khususnya dalam aspek ketahanan pangan di tingkat lokal, kegiatan ini juga menjadi bagian dari program pemberdayaan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dayah yang telah dirintis sejak lima tahun lalu.

Panen jagung ini dilakukan di atas lahan seluas satu hektare setengah yang dikelola langsung oleh dewan guru dan didampingi oleh tim pembina dari pesantren. Hasil panen sebagian besar akan dimanfaatkan untuk kebutuhan internal dayah, seperti pakan ternak dan bahan pangan, serta sisanya akan dipasarkan untuk menambah pendapatan dayah.

Pembina sekaligus Pendiri Dayah Mahasiswa Ummul Ayman III, Waled Nuruzzahri, mengatakan bahwa kegiatan pertanian ini bukan hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan mandiri, tetapi juga sebagai media pendidikan keterampilan bagi para dewan guru dan santri.

“Kami ingin agar dewan guru sekaligus santri-santrinya tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga memiliki kemampuan praktis di bidang pertanian. Ini adalah bagian dari upaya mencetak generasi yang mandiri dan siap membangun masyarakat,” ujar Waled.

Program pertanian dan ketahanan pangan di Ummul Ayman 3 dan usaha-usaha lainnya didukung oleh pemerintah, Bank Indonesia dan berbagai mitra, termasuk lembaga swadaya masyarakat yang fokus pada ketahanan pangan. Selain itu, Ummul Ayman juga telah memetakan dan mempraktekkan pengembangan usaha pertanian terpadu dengan integrasi peternakan dan perikanan.

Dengan keberhasilan panen kali ini, Ummul Ayman menegaskan perannya sebagai pusat pendidikan yang adaptif dan produktif, serta menjadi contoh nyata bahwa pesantren dapat menjadi kekuatan ekonomi baru di tengah masyarakat.

“Ummul Ayman, beut kitab be-jeut, usaha dan bisnis pih beujeut. Keu teungku jeut, keu toke juga jeut (Ummul Ayman, harus bisa mengaji kitab dan harus bisa berbisnis juga. Bisa menjadi tokoh agama dan juga bisa menjadi pengusaha,” harap Waled. (Aidil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *