BUDAYA  

Tony Chong [Panglima Tony] Penggiat Budaya Dari Sabah Malaysia, Jaga Nilai Luhur di Tengah Arus Globalisasi

JAKARTA, NUSANTARANEWS.co – Menjaga eksistensi budaya leluhur adalah wujud nyata cinta tanah air dan penghormatan pada jati diri bangsa. Langkah ini menjaga nilai luhur agar tetap hidup di tengah arus globalisasi.

Karena komitmennya menjaga nilai-nilai luhur budaya, mengantarkan Tony Chong [Panglima Tony] meraih penghargaan Kinerja Ekselen Award II-2026, yang digelar di Hotel Santika Depok, Jumat 31 Juli 2026.

Panglima Tony, bukan sekadar menjaga tradisi, tapi sekaligus menghidupkannya di hati generasi muda. Dedikasinya dalam merawat akar budaya di tengah arus modernisasi adalah inspirasi bagi kita semua. Dengan semangat gotong-royong, beliau telah menggerakkan komunitas lokal untuk berdaya melalui kearifan lokal.

Menurut Panglima Tony, dalam upaya melestarikan kebudayaan, dibutuhkan keberanian untuk berinovasi tanpa menghilangkan identitas. Berkat kegigihannya, sosok rendah hati ini telah berhasil melakukan pembaruan, dan menjadikan budaya sebagai roda penggerak ekonomi.

“ Hidup saya, saya dedikasikan untuk budaya. Ini wasiat leluhur yang harus saya jaga, saya rawat, dan dipersembahkan untuk kebaikan. Budaya adalah ‘ruh’ kehidupan,” kata Panglima Tony, melalui sambungan telpon, Selasa 7 Agustus 2026

“ Api kebudayaan akan terus menyala selama ada tangan-tangan yang merawatnya,” ujarnya.

Panglima Tony kembali berujar, kebudayaan adalah nilai-nilai luhur yang mengakar dalam sendi kehidupan masyarakat. Ia menjadi ciri khas yang membedakan satu kelompok atau bangsa dengan bangsa lainnya.

Kebudayaan, lanjut dia,  berfungsi sebagai kompas yang membimbing manusia dalam berinteraksi, bertindak, dan membuat keputusan sehari-hari.

“ Kebudayaan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya, menjadikannya jiwa yang terus tumbuh dan beradaptasi seiring waktu. Sebagai ruh kehidupan, kebudayaan memberikan kesadaran, arah, dan makna pada eksistensi manusia, bukan sekadar kelangsungan fisik belaka,” kata dia

Sang Maestro Tradisi ini, telah mewakafkan hidupnya untuk menjaga napas budaya agar tetap menyala di tengah arus modernisasi. Dedikasi tanpa pamrih ini merupakan fondasi kokoh sehingga mengantarkannya meraih KINERJA EKSELEN AWARD 2026.  Penghargaan ini adalah wujud   dalam mengapresiasi para pejuang kebudayaan.

[jgd]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *