DEPOK, NUSANTARANEWS.co – Di era digital saat ini, arus informasi mengalir begitu cepat tanpa batas melalui media sosial dan aplikasi pesan singkat.
Menanggapi fenomena tersebut, Ustadzah Nur Hamidah menyampaikan kajian Islam mendalam mengenai pentingnya tabayun dan prinsip “saring sebelum sharing” dalam menyebarkan informasi.
Kajian ini berlangsung khidmat di Masjid Adz Dzikri, Pesona Kayangan, Depok, pada Rabu, 23 September 2026.
Dalam pemaparannya, Ustadzah Nur Hamidah menekankan bahwa menjaga lisan dan jempol di dunia maya merupakan cerminan dari keimanan seorang Muslim.
Beliau mengutip Surah Al-Hujurat ayat 6, yang secara tegas memerintahkan umat Islam untuk memeriksa dengan teliti (tabayun) setiap kabar yang diterima agar tidak mencelakakan orang lain akibat kecerobohan.
Menurutnya, menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya bisa menjadi fitnah besar yang merusak tali silaturahmi.
Untuk membentengi jamaah dari bahaya hoaks, Ustadzah Nur Hamidah membagikan beberapa langkah praktis dalam menyikapi informasi di era digital.
Verifikasi sumber: Selalu pastikan berita berasal dari pihak yang jelas, kredibel, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ukur aspek manfaat: Meskipun informasi tersebut valid, pertimbangkan apakah menyebarkannya membawa kebaikan atau justru memicu kegaduhan.
Tahan diri dan jangan tergesa-gesa: Hindari keinginan untuk menjadi yang paling cepat membagikan berita hanya demi eksistensi di media sosial.
Kajian di Masjid Adz Dzikri ini diakhiri dengan pesan menyentuh agar seluruh jamaah menjadikan gawai dan akun media sosial mereka sebagai ladang pahala, bukan ladang dosa. Caranya adalah dengan konsisten menyebarkan konten yang sejuk, edukatif, dan membawa maslahat bagi umat.
[Diana]












