BUDAYA  

Meriam Karbit dan Laggum Kampung di Singkawang Tetap Dijaga dan Dilestarikan

NUSANTARANEWS.co, Singkawang Kalbar – Hari ke 21 puasa Ramadhan. Menjelang dan menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriyah, Panitia Ramadhan Fair menyelenggarakan Festival Meriam Karbit dan Laggum Kampung 2 Tahun 2026. Berlangsung di halaman mess daerah, Jl. Merdeka Singkawang, Rabu malam (11/03/2026).

Pembukaan Festival Meriam karbit dan Laggum kampung difasilitasi berbagai organisasi puak melayu yang juga diperlombakan ini, dihadiri Walikota-Wakil Walikota Singkawang Tjhai Chui Mie-Muhammadin bersama Forkompinda, Kadis dinas terkait, Instansi vertikal, LPM Provinsi Kalbar, BUMD, panitia Imlek-CGM, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, para pengunjung, warga masyarakat Singkawang dan sekitarnya.

Walikota Singkawang Tjhai Chui Mie pada penyampaiannya mengatakan, bulan suci Ramadhan adalah bulan yang istimewa bagi saudara saudara muslim diseluruh dunia. Khususnya Kota Singkawang.

Di kota Singkawang, kata Tjhai Chui Mie, ada panitia Ramadhan Fair mulai dari hari pertama kegiatannya. Baik kegiatan meningkatkan iman dan taqwa juga kegiatan untuk pengembangan ekonomi bagi warga masyarakat dengan adanya kios kios tenda sarnavil pasar juadah, yang terpasang dihampir sepanjang Jl. Merdeka Singkawang Barat.

Kegiatan yang sedang dilakukan saat ini, kata Tjhai Chui Mie, bagaimana kita melestarikan budaya budaya kita. Meriam karbit dan Laggum Kampung merupakan warisan budaya yang masih terjaga dengan baik.

“Dan tentu kami atas nama Pemerintah Kota Singkawang, memberikan apresiasi dan Terima kasih kepada panitia yang sudah melaksanakan kegiatan ini, ” ucap Tjhai Chui Mie.

Saat ini yang ingin saya sampaikan, kata Tjhai Chui Mie, kepintaran bisa diganti dengan AI. Tapi budi pekerti dan budaya, ungkapnya, tidak bisa diganti oleh apapun. Maka kita harus menjaga semua budaya yang ada di Indonesia ini. Khususnya Kota Singkawang.

“Kalau kita kemas dengan baik, ini akan menjadikan salah satu daya tarik untuk bagaimana pengunjung datang ke Kota Singkawang, ” ujarnya menerangkan.

Meriam karbit dan Laggum Kampung, lanjut Tjhai Chui Mie, merupakan kegiatan yang bermanfaat. Orang orang bisa datang untuk menyaksikannya. Dan kita ingin, lanjutnya, anak anak muda kedepan, bisa ikut andil ambil bagian, Bisa mengemasnya lebih menarik lagi. Sehingga orang bisa datang menyaksikan kegiatan festival ini dalam bulan suci Ramadhan.

“Dari semua yang tadi disampaikan, adalah, kita wajib menjaga dan melestarikan budaya kita. Dan tentunya kita jangan mencari perbedaan tapi dimana ada persamaan yang bisa menyatukan kita. Karena kita adalah sama dimata Tuhan Dan kita adalah keturunan adam Dan Hawa, ” ujar Tjhai Chui Mie.

Tjhai Chui Mie respek menanggapi terjemahan ayat suci Al Qur’an Surah Alhujarat ayat 13 yang dibacakan saat awal acara pembukaan.

” Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha teliti”.

“Bahwa dalam kehidupan sosial masyarakat, tidak boleh membeda bedakan. Jadi bagaimana kita menjaganya dengan baik. Dari Singkawang masyarakat Singkawang yang hebat sekali. Sudah bisa menjaga dan sudah bisa dibuktikan sebagai predikat kota tertoleran se Indonesia. Ini yang harus kita jaga dan kita lestarikan terus dan bagaimana kita ambil dari sisi positif tadi yang disampaikan dari semua budaya yang ada, ” ujar Tjhai Chui Mie.

Tjhai Chui Mie menyinggung 17 Paguyuban Multi Etnis yang ada di Kota Singkawang. Yang menurutnya telah sama sama turut melestarikan adat budaya yang selama ini selalu ditampilkan di pentas seni budaya pada pembukaan tahun baru Imlek .

“Ini yang harus kita lakukan dan kita jaga terus. Karena kekuatan kita Indonesia adalah budaya. Budaya adalah pemersatu bangsa. Mari kita jaga budaya budaya kita dan kita kemas dengan baik sehingga menjadi salah satu daya tarik untuk orang datang ke Kota Singkawang, ” himbau Tjhai Chui Mie kepada warga masyarakat.

Wakil Walikota Singkawang Muhammadin, ucapkan syukur dapat mendampingi Walikota Singkawang, yang memang setiap event apapun, kata dia, beliau sangat mensuport termasuk kegiatan Festival Meriam Karbit dan Laggum Kampong.

“Kita berikan aflaus kepada Ibu Walikota Singkawang, ” kata Muhammadin menyambung penyampaian Walikota Singkawang Tjhai Chui Mie.

Berbagai kegiatan di Kota Singkawang, perayaan Imlek dan Ramadhan yang berlangsung secara bersamaan pada tahun 2026, secara bersama dapat dilaksanakan secara membaur. Menunjukkan Singkawang tetap menjadi Kota Tertoleran di Indonesia. Kegiatan kegiatan Ramadhan Fair saat ini, kata Muhammadin, merupakan kegiatan membahagiakan masyarakat Singkawang.

“Tentu ini menjadi event yang harus selalu kita jaga dan kita kompak bersama. Semua ormas menjadi satu. Kita tentunya memberikan apresiasi yang besar. Kami khususnya sebagai pimpinan daerah Walikota dan Wakil Walikota tentu menjembatani semua program dan apapun yang dilakukan masyarakat tidak lain adalah sebuah capaian kesejahteraan masyarakat Kota Singkawang, ” kata Muhammadin.

Walikota Singkawang Tjhai Chui Mie Singkawang memberikan wujud apresiasi berupa penghargaan simbolis. Memasangkan kopiah kepada Wakil Walikota Singkawang Muhammadin. Dan kepada Ketua Panitia Festival Meriam Karbit dan Laggum Kampung 2, Yak Syaiful.

Dan pada sesi akhir, Wakil Walikota Singkawang Muhammadin, menyerahkan hadiah kepada para pemenang dentuman suara terbaik pada Festival Meriam Karbit dan Laggum Kampung.

Yakni kepada posisi juara I diraih Remaja Masjid Al-Ikhlas (asia pasiran). Juara II diraih KSM Sungai Garam dan juara III Anaconda (Kel. Condong).

(Ibnu Azan)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *