BUDAYA  

Panglima Besar Perguruan Budaya Ritual Tambak Baya: Kebudayaan Adalah Prinsip Penting Untuk Menjaga Identitas Bangsa

Marselinus Mian

NUSANTARANEWS.co, Jakarta – Kebudayaan adalah prinsip penting untuk menjaga integritas, harmoni, dan identitas bangsa. Kebudayaan seharusnya menjadi fondasi dan alat pemersatu, bukan alat mobilisasi sesaat yang memecah belah.

Politisasi budaya sering kali memicu konflik horisontal, terutama ketika perbedaan budaya digunakan sebagai alat politik identitas untuk memenangkan pemilihan.

Pandangan ini disampaikan Panglima Besar Perguruan Budaya Ritual Tambak Baya, Marselinus Mian kepada strateginews.id, Rabu [18/2/2026].

“Kebudayaan seharusnya menjadi alat kontrol terhadap politik, bukan sebaliknya. Kebudayaan menanamkan nilai-nilai adil, beradab, dan bermartabat, yang seharusnya menuntun perilaku politik. Kebudayaan adalah perekat kesatuan bangsa dari Sabang hingga Merauke,” kata Panglima Besar Perguruan Budaya Ritual Tambak Baya, Marselinus Mian

Marselinus Mian berujar, menjaga kebudayaan berarti menjaga akar keindonesiaan agar tetap luhur dan tidak rapuh karena kepentingan politik sesaat.

Menurut Pangalima Besar Perguruan Budaya Ritual Tambak Baya ini, budaya bukan sebuah konsep abstrak tetapi sebuah realitas yang berwujud  cara hidup suatu kelompok masyarakat.

Marselinus Mian menambahkan,di tengah arus modernisasi, politik cenderung  mengesampingkan nilai kemanusiaan. Padahal, tambahnya, dinamika manusia di setiap sektor kehidupan selalu berorientasi untuk kebaikan manusia, untuk kesejahteraan masyarakat, untuk  mencapai cita-cita bersama.

Salah satu problem kebangsaan yang terjadi saat ini adalah ketika nilai – nilai keindonesian tidak dijadikan paradigma dalam membangun politik kebudayaan–sehingga berdampak terhadap produk – produk legacy yang selama ini diciptakan oleh pemerintah yang jauh dari nun harapan.

Untuk itu diperlukan penguatan diberbagai sektor kehidupan agar tidak meninggalkan budaya keindonesiaan dalam kebijakan politik pembangunan nasional.

Kebudayaan menurut Marselinus Mian, memegang peranan krusial sebagai perisai dan filter dalam menghadapi gempuran budaya asing di era globalisasi. Pelestarian budaya lokal, baik melalui penanaman nilai maupun pemanfaatan teknologi, membantu masyarakat mempertahankan identitas nasional agar tidak tererosi oleh budaya luar.

“ Sebagai masyarakat, kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga warisan budaya agar tetap hidup, relevan, dan berkembang sesuai dengan tuntutan zaman. Menjaga tradisi tidak berarti menutup diri dari dunia luar, tetapi bagaimana kita menyesuaikan diri tanpa mengorbankan nilai-nilai luhur yang telah membentuk siapa kita,” ungkapnya.

[jgd/red]

 

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *