Puluhan Ribu Jemaah Umroh Indonesia Terdampak Eskalasi Konflik Timur Tengah yang Kian Memanas

Foto ilustrasi istimewa

NUSANTARANEWS.co, Jakarta – Serangan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran membawa dampak terhadap pelaksanaan ibadah umroh jemaah asal Indonesial. Informasi yang dihimpun, sejumlah maskapai terpaksa mengubah rute hingga membatalkan jadwal penerbangan dari dan menuju Arab Saudi karena alasan keamanan.

Eskalasi konflik di Timur Tengah yang kian memanas ini, memicu ketidakpastian jadwal  bagi puluhan ribu jemaah baik mereka yang kini tengah berada di tanah suci Mekah maupun yang masih menunggu keberangkatan di tanah air.

Menurut Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh [Kemenhaj] RI Puji Raharjo, pemerintah terus melakukan monitor secara intensif terkait memanasnya situasi keamanan di Timur Tengah.

“Kami mengimbau kepada seluruh jemaah umrah agar tidak panik. Tetap tenang dan terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing untuk memperoleh informasi resmi dan terkini,” ujar Puji Raharjo dalam keterangan tertulis Biro Humas Kementerian Haji dan Umrah RI di Jakarta, Sabtu (28/2) malam WIB, dikutip dari CNN Indonesia.

Pemerintah, kata Puji menegaskan,  tidak akan mengambil risiko terkait keselamatan warga negaranya. Kemenhaj kini terus menjalin komunikasi aktif dengan Kantor Urusan Haji (KUH), KJRI Jeddah, serta KBRI Riyadh untuk memastikan setiap perkembangan situasi di lapangan dapat segera ditindaklanjuti.

“Kemenhaj terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan keamanan dan keselamatan jemaah umrah Indonesia tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Di sisi lain, pemerintah juga meminta keluarga jemaah di Indonesia untuk tidak terpancing oleh informasi yang tidak jelas sumbernya (hoax).

Setiap perkembangan kebijakan terkait jadwal kepulangan atau penyesuaian keberangkatan akan disampaikan melalui saluran resmi PPIU atau biro travel masing-masing.

Hingga saat ini, situasi jemaah di Arab Saudi dilaporkan masih kondusif meski jadwal penerbangan mengalami dinamika akibat penutupan atau pengalihan wilayah udara di zona konflik, seperti dikutip dari cnnindonesia.com, Minggu [1/3/2026] pagi.

[sam/rel]

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *