Catatan Arif Andepa Edisi : ke 21
( TAMAT )
Selama berumah tangga pekerjaan bang Hasan sehari- hari sebagai tukang perabot sedangkan Habibah membuka kios disudut rumahnya mereka hidup rukun diusia senja dan terasa sekali cintanya berdua benar- benar kental.
Setelah delapan tahun mereka hidup bersama, bang Hasan menghembus nafas terakhir tahun 1985 ( tutup usia 75 tahun ) dikebumikan tidak jauh dibelakang rumahnya, kemudian Habibah kembali menjanda seorang diri dan sekitar delapan tahun kemudian Habibah juga berpulang kerahmatullah pada tahun 1993 ( tutup usia 78 tahun ) mayatnya dikebumikan berbaringan sejajar dengan bang Hasan,
Sampai saat ini dilokasi pemakaman tersebt hanya kuburan mereka berdua menjadi saksi bisu ” Cinta Unik ” penuh liku – liku.
Kisah panjang perjalanan cinta mereka menjadi referensi menarik untuk direnungkan tentang katakteristik dan heroik bang Hasan serta galaunya kehidupan Habibah setelah problema dahsyat menerpa hidupnya, CINTA dan TAKDIR bertolak belakang menjadi dinding tebal pemisah perjalanan cinta mereka,
Cinta suci butuh pengorbanan, dan keikhlasan, dan
butuh kesabaran .
Cinta suci tak seindah impian, Cinta suci tak segampang ucapan,
Kasih dan sayang modal merajud CINTA KEMBALI BERSEMI seperti kisah kasih HASAN LIGAT dengan HABIBAH ……..Tamat.
Penulis minta maaf bila ada kesalahan dan kekhilafan. Kisah ini hanya sebagai upaya mengenang PERJUANGAN HEROIK, CINTA dan TAKDIR semoga dengan pengalaman ini menjadi kenangan kehidupan.
Penulis Drs. Muhammad Arif ( Arif Andepa ) lahir Peudada, 01 Mai 1964 pecinta seni, budaya dan mantan wakil ketua DPRK Bireuen













