Hasan Ligat Menebas Dua Serdadu Belanda Kisah nyata ini terjadi tahun 1939

Catatan Arif Andepa    Edisi  : ke 19

Dua hari menjelang pesta perkawinan bang Hasan dan warga sudah mulai ramai mempersiapkan tempat tamu, tempat masak, tempat nyuci.

Tgk Hanafiah bersama Habibah juga ikut datang membantu apa saja. Dan kehadirannya menjadi pusat perhatian dan suasanapun berubah menjadi fenomena langka yang dapat menambah aura positif.

Hari pesta merupakan hari ketiga kedatangan Habibah dan tgk Hanafiah di rumah bang Hasan. Dari sudut jendela hati nampak getar jiwa walau sekuat apapun Habibah menyembunyikan namun rasa cintanya kepada bang Hasan masih mudah terbaca tetapi Tgk Piyah terkesan sedikit membiarkan.

Tgk Piyah mengerti perpisahan bang Hasan dengan Habibah bukan karena ketidak cocokan maka memberi sedikit ruang dan lambat laun suasana tersebut akan hilang ditelan waktu.

Dulu bang Hasan sangat gagah, perkasa dan sangat disegani sedangkan Habibah seorabg wanita cantik bagai artis nasional. Keduanya pasangan sijoli kayak Syahrudkhan dengan kajol.

Sekarang akibat situasi dan kondisi keduanya sudah berpisah,
Bang Hasan sekarang berlabuh hati Rubama dan Habibah sudah terikat ikatan nikah dengan tgk Hanafiah dan sudah menjalani kehidupan masing- masing,

Habibah merupakan isteri pertama bang Hasan, menikah tahun 1937 akibat menebas dua serdadu belanda meregang nyawa diujung pedangnya maka di vonis dengan hukuman seumur hidup dan dibuang ke pulau Nusakambangan kemudian tgk Hanafiah berkeluarga dengan Habibah awal tahun 1942 karena tidak mungkin mengharap kepulangan bang Hasan ternyata kuasa Allah dapat pulang melarikan diri dan pulang kekampung, akhirnya Rubama seorang janda muda bersedia menemaninya.
……. Bersambung .

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *