Menjaga Identitas Lokal Membangun Mutu Global : Asesmen Lapangan Lamdik Pada Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Aceh UNIKI

NUSANTARANEWS.co, Bireuen – memiliki peran strategis dalam melestarikan dan mengembangkan bahasa dan sastra daerah dalam menggali kearifan lokal, khususnya bahasa Aceh, agar tetap hidup, berkembang, dan relevan dengan dinamika zaman.

Program studi ini berdiri pada tahun akademik 2023/2024, sehingga pada tahun 2025 ini telah memasuki semester ke-5.

Disamping prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Aceh didirikan akan mencetak lulusan yang profesional sebagai pendidik sekaligus pelestari budaya lokal.

Kehadiran prodi ini merupakan jawaban kebutuhan nyata masyarakat Aceh terhadap guru bahasa Aceh di sekolah-sekolah, khususnya di Kabupaten Bireuen dan umumnya Provinsi Aceh sebagai upaya menjaga warisan budaya yang semakin tergerus di alam globalisasi.

Asesmen instrumen lapangan LAMDIK penting digunakan oleh pemerintah untuk mengukur kualitas indicator tingkat kualifikasi akreditasi masing-masing sebagaimana yang dilaksanakan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (LAMDIK).

Akreditasi bukan sekadar proses administratif, tetapi juga evaluasi menyeluruh terhadap mutu, kurikulum, dosen, penelitian, pengabdian masyarakat, sarana prasarana, serta sistem tata kelola.

Pelaksanaan asesmen lapangan ini dimulai pada hari selasa, 25 Agustus 2025, pukul 08.00 WIB, bertempat di kampus utama Universitas Islam Kebangsaan Indonesia Bireuen.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Rektor UNIKI Bireuen, Dr. Zainuddin, S.E., M.M. yang dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa asesmen lapangan merupakan momentum berharga untuk merenungkan cara pencapaian prodi, memperbaiki kekurangan, sekaligus menguatkan komitmen universitas dalam mewujudkan visi menjadi pusat pendidikan unggul di Aceh.

Pada acara tersebut hadir Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, dan Wakil Rektor III, dekan, wakil dekan, staf akademik, para dosen, mahasiswa dan tenaga kependidikan. Hal ini mencerminkan dukungan penuh institusi terhadap proses akreditasi yang sedang dijalani.

Selain itu Kaprodi Bahasa dan Sastra Aceh Cut Santika, M.Pd., yang memimpin langsung persiapan asesmen sejak tahap pengisian borang hingga penyusunan dokumen pendukung.

Tim Asesor hadir di UNIKI untuk mengasesmen indicator tingkat kualifikasi Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Aceh,maka ketika LAMDIK menugaskan dua akademisi terkemuka sebagai tim asesor: yaitu Prof. Dr. Nunuy Nurjanah, M.Pd. yaitu Guru besar bidang pendidikan bahasa dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.

Beliau memiliki reputasi luas dalam pengembangan kurikulum bahasa Indonesia, literasi, dan pembinaan pendidikan bahasa di berbagai daerah.Sedangkan Dr. Mulyana, M.Hum. sebagai akademisi senior dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dengan keahlian dalam bidang bahasa dan sastra daerah, linguistik, serta pengembangan program studi berbasis kearifan lokal.

Kedua asesor tersebut bukan hanya hadir untuk melakukan penilaian administratif, tetapi juga memberikan arahan, masukan, serta perspektif keilmuan yang sangat berharga bagi pengembangan Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Aceh.

Bahasa Aceh menyimpan kekayaan tradisi lisan, sastra klasik, hikayat, syair, dan pantun. Namun, di tengah arus modernisasi, penggunaannya semakin berkurang, khususnya di kalangan generasi muda.

Tantangan lain yang dihadapi adalah: Minimnya guru profesional di bidang bahasa Aceh. Kurangnya riset dan publikasi akademik mengenai bahasa dan sastra Aceh.

Kurangnya integrasi bahasa Aceh dalam kurikulum pendidikan nasional. Maka dengan kurikulum berbasis SN-Dikti dokumen pedomanpengembangan kurikulum program studi yang dikembangkan secara sistematis, prodi ini kini telah memasuki semester kelima.

Selama dua tahun perjalanan akademiknya, prodi telah menghasilkan banyak kegiatan, seperti penelitian dosen-
mahasiswa, lomba karya sastra Aceh, serta kerja sama dengan lembaga pendidikan dan kebudayaan.

Prodi ini telah berupaya maksimal untuk membangun fondasi akademik yang kokoh: mulai dari penyusunan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), perekrutan dosen dengan kualifikasi magister dan doctor namun masih dini, hingga upaya penyediaan fasilitas laboratorium bahasa dan pusat dokumentasi sastra Aceh.

Akreditasi pada tahap ini menjadi momen penting untuk menilai sejauh mana prodi telah memenuhi standar mutu nasional dan kesiapan untuk melangkah lebih jauh.

Tim asesor melaksanakan kerja berbagai agenda, antara lain: Pemeriksaan dokumen borang dan laporan kinerja program studi, wawancara dengan pimpinan universitas, fakultas, dan kaprodi untuk menilai visi, misi, serta arah strategis pengembangan prodi, diskusi dengan dosen terkait proses pembelajaran, penelitian, publikasi, dan pengabdian masyarakat, wawancara dengan mahasiswa untuk melihat kepuasan, capaian pembelajaran, dan relevansi kurikulum, kunjungan fasilitas seperti ruang kelas, laboratorium bahasa, perpustakaan, serta ruang dosen, guna menilai daya saing dan relevansi lulusan di dunia kerja dimasa yang akan datang.

Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Aceh FKIP UNIKI sudah menunjukkan capaian penting, antara lain: Jumlah mahasiswa yang meningkat signifikan dari tahun pertama hingga tahun kedua, terselenggaranya seminar ilmiah dan pelatihan literasi berbasis bahasa Aceh, kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan penulisan aksara Jawi dan revitalisasi sastra lisan Aceh, publikasi dosen di jurnal nasional dan prosiding internasional. Capaian ini menjadi modal penting dalam asesmen, sekaligus bukti komitmen prodi untuk menjawab kebutuhan pelestarian bahasa dan sastra daerah Aceh di era globalisasi.

Namun ini akan melahirkan lulusan yang tidak hanya kompeten sebagai pendidik, tetapi juga berperan sebagai pelestari budaya Aceh. Bahasa Aceh merupakan salah satu bahasa daerah yang memiliki kekayaan leksikal, tradisi lisan, serta karya sastra klasik seperti hikayat, syair, dan pantun. Disamping di tengah arus globalisasi, bahasa daerah menghadapi tantangan serius: menurunnya penggunaan bahasa daerah di kalangan generasi muda, keterbatasan tenaga pendidik yang profesional dalam mengajarkan bahasa Aceh di sekolah, kurangnya integrasi bahasa Aceh dalam kurikulum pendidikan nasional.

Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Aceh hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut. Melalui kurikulum yang terstruktur, prodi ini tidak hanya membekali mahasiswa dengan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian, tetapi juga menanamkan kesadaran budaya.

Dengan demikian, lulusan prodi diharapkan mampu menjadi guru, peneliti, maupun budayawan yang berkontribusi bagi penguatan identitas Aceh dalam bingkai keindonesiaan.

Asesor memberikan beberapa rekomendasi bahwa: meningkatkan jumlah dosen bergelar doctor, mengembangkan laboratorium bahasa berbasis teknologi digital. memperbanyak publikasi di jurnal bereputasi, mengintensifkan kerja sama dengan pemerintah daerah, menghasilkan karya sastra Aceh kontemporer sebagai revitalisasi budaya. Pimpinan UNIKI menegaskan komitmen untuk menindaklanjuti rekomendasi ini sebagai bagian dari strategi peningkatan mutu berkelanjutan.

Diharapkan akreditasi tidak hanya menghasilkan pengakuan formal dari LAMDIK, tetapi juga memberikan dorongan moral dan akademik bagi civitas akademika UNIKI.

Beberapa harapan yang muncul antara lain: penguatan kelembagaan melalui standar mutu yang lebih terarah, peningkatan akan kualitas lulusan sehingga mampu bersaing di tingkat lokal, nasional, peningkatan riset dan publikasi terkait bahasa dan sastra Aceh, yang dapat menjadi referensi penting dalam studi kebahasaan Nusantara, dukungan pemerintah daerah dalam pengembangan bahasa Aceh melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi.

Meskipun masih dini baru berdiri dua tahun dan kini telah memasuki semester kelima, Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Aceh menunjukkan perkembangan pesat serta komitmen kuat dalam menjaga mutu. Hasil akreditasi ini diharapkan menjadi pendorong bagi UNIKI untuk terus berbenah, akan mencetak lulusan berkualitas, dan menjaga warisan budaya Aceh melalui jalur akademik ***

Penulis,
Yusri,S.Sos.,M.Si.,M.S
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisniss Uniki Bireuen

Editor : Redaksi

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *