NUSANTARANEWS.co, Blora – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan, Badan Gizi Nasional (BGN) telah mengoperasikan 10 dapur masyarakat dari target 60 dapur yang ditetapkan,
Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto menyampaikan, bahwa capaian ini lebih baik dibandingkan dengan Kabupaten lain, meskipun masih terdapat tantangan dalam partisipasi masyarakat, terutama dari pihak investor.
“Kami menjamin mitra yang bekerja sama dengan BGN tidak akan rugi, bahkan harus untung besar. Selain itu, masyarakat juga diuntungkan dengan pelayanan hingga 180 ribu orang per hari,” ujarnya, Rabu (18/6/2025).
Edy Wur menambahkan, untuk mempercepat pencapaian target, sosialisasi dan pendampingan akan terus dilakukan guna memastikan program berjalan transparan dan bebas dari korupsi.
“Target waktu penyelesaian 60 dapur ditetapkan dalam 2-3 bulan ke depan, dengan harapan seluruh lokasi dapat terkunci pada Juni-Juli,” ungkapnya
Lanjutnya, lalu mulai beroperasi penuh pada September. APBN telah disiapkan untuk mendukung program ini, meskipun capaian saat ini masih dianggap lambat dibandingkan target nasional 3.000 dapur.
“Sasaran program ini mencakup anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, dengan prioritas daerah-daerah terpencil,” terangnya.
Lebih lanjut Edy Wur menekankan bahwa Pemerintah Daerah dan BGN akan fokus pada wilayah sulit, sementara daerah yang lebih mudah diharapkan dapat dikelola oleh mitra masyarakat.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif Presiden untuk memperkuat ketahanan pangan rakyat, yang harus dikawal hingga tuntas dengan prinsip Clear and Clean












