Jajaki Investasi Baru, DPMPTSP Kota Semarang Gandeng Kadin Bandung

Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) melakukan penjajakan bisnis ke Kota Bandung. Strategi jemput bola itu dilakukan untuk mendorong kerja sama dan investasi dari luar daerah ke Kota Semarang

NUSANTARANEWS.co, Jakarta – Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) melakukan penjajakan bisnis ke Kota Bandung. Strategi jemput bola itu dilakukan untuk mendorong kerja sama dan investasi dari luar daerah ke Kota Semarang.

Diah Supartiningtias, Kepala DPMPTSP Kota Semarang, menyebut kegiatan temu bisnis bertajuk Investment Promotion Roadshow (IPRo) berusaha menjembatani pelaku usaha serta pemangku kebijakan Kota Semarang dengan asosiasi pelaku usaha Kota Bandung.

Diah menyampaikan, ada empat pelaku usaha yang diajak menyambangi Kota Bandung. Keempat pelaku usaha tersebut antara lain PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang, PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW), PT Pelabuhan Indonesia (Persero) selaku pengelola Pelabuhan Tanjung Emas, namun berhalangan hadir, serta Kawasan Industri Aviarna yang berada di bawah PT Bumi Raya Perkasa Nusantara.

“Kami berkegiatan dalam rangka jualan menggandeng Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bandung. Kebetulan, Kadin Kota Bandung pun tidak hanya mengundang pelaku usahanya dari Kota Bandung saja, tetapi ada juga pelaku usaha yang berasal dari negara Singapura dan Inggris,” kata diah, dikutip dari siaran pers, Kamis (9/5/2024).

Diah menjelaskan kegiatan IPRo dilaksanakan sebagai upaya menggali peluang kolaborasi dengan memanfaatkan potensi daerah yang ada. Dalam hal ini, Kota Semarang memiliki ragam potensi untuk mendukung usaha yang dijalankan di Kota Bandung. Misalnya dengan keberadaan Pelabuhan Tanjung Emas.

“Kota Bandung ini kan tidak punya pelabuhan, sedangkan pelabuhan terdekat ada di Tanjung Priok, sedang di sana harus antre. Dan biayanya bisa lebih mahal, nah jika memakai Pelabuhan Tanjung Emas itu secara hitungan bisa lebih murah,” jelas Diah.

Dari pertemuan tersebut, DPMPTSP Kota Semarang mencatat ada tiga perusahaan asal Kota Bandung yang berminat untuk mengembangkan bisnisnya di Kota Semarang. Ketiga perusahaan tersebut antara lain PT Yama Ekspress yang bergerak dalam bidang jasa transportasi, PT Mega Trans Jaya dari jasa pengiriman, serta PT Lodaya Dua Indonesia yang bergerak di bidang industri.

Kepeminatan investasi tersebut akan memberikan dampak positif bagi perekonomian Kota Semarang. Sebagai informasi, sepanjang Kuartal I/2024, realisasi investasi Kota Semarang dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menduduki peringkat pertama se-Jawa Tengah. Berdasarkan catatan Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi PMDN di Kota Semarang sepanjang Kuartal I/2024 mencapai Rp1,96 triliun. Sementara itu, realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) Kota Semarang berada di angka Rp551,4 miliar atau masuk tiga besar realisasi investasi PMA terbesar se-Jawa Tengah. Secara kumulatif, realisasi investasi Kota Semarang juga masuk dalam peringkat kedua terbesar se-Jawa Tengah. BKPM mencatat, realisasi investasi di Kota Semarang sepanjang Kuartal I/2024 mencapai Rp2,71 triliun.

Chairul Yaqin Hidayat, Wakil Ketua Kadin Kota Bandung, menyambut baik kolaborasi yang ditawarkan DPMTPSP Kota Semarang. Menurutnya, inisiatif tersebut merupakan peluang bagi pelaku usaha untuk terus mengembangkan bisnisnya.

“Inovasi ini tidak hanya menata iklim usaha di Kota Bandung, tetapi juga menjadi jembatan antara dua potensi alam yang berbeda,” jelas Chairul.

Dengan kolaborasi yang dilakukan Kota Semarang dan Kota Bandung, Chairul mengatakan bahwa usaha tersebut bakal mendongkrak pertumbuhan dan ikut mengakselerasi roda perekonomian di dua wilayah.

“Goal-nya adalah memberikan dampak yang positif bagi masyarakat dan pengusaha di wilayah tersebut,” lanjutnya.

Kerja sama tersebut juga diapresiasi oleh Muhammad Rosyid, Koordinator Perizinan DPMPTSP Kota Bandung. Rosyid menyebut, kolaborasi dalam rangka meningkatkan pemanfaatan Pelabuhan Tanjung Emas bakal berdampak positif bagi aktivitas perdagangan di Kota Bandung. Secara khusus, kolaborasi itu juga bakal meningkatkan efisiensi dan daya saing sektor perdagangan.

“Mudah-mudahan peluang ini bisa ditangkap oleh pengusaha yang ada di Bandung dan bisa memberikan keuntungan untuk semuanya,” ujar Rosyid.

[Kadin/sam]

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *