NUSANTARANEWS.co, Bogor – Memasuki hari ketiga puasa Kamis [14/3], seluruh harga pangan pokok mulai merangkak naik. Kenaikan harga kebutuhan pokok ini, membuat masyarakat semakin menjerit di tengah situasi ekonomi saat ini.
Berdasarkan Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas), Kamis (14/3), pukul 11.09 WIB, harga beras, kedelai, bawang-bawangan, hingga daging kompak melesat.
Harga beras jenis premium naik 0,55% menjadi Rp 16.570 per kg, beras jenis medium naik 0,28% menjadi Rp 14.400 per kg, kedelai biji kering impor naik 0,45% menjadi Rp 13.390 per kg, bawang merah naik 1,52% menjadi Rp 34.710 per kg dan bawang putih naik 1,66% menjadi Rp 41.030 per kg.
Berikutnya, harga cabai merah keriting juga naik 2,49% menjadi Rp 68.790 per kg, cabai rawit merah naik 4,50% menjadi Rp 66.830 per kg dan daging sapi murni naik 0,80% menjadi Rp 136.530 per kg.
Selain itu, daging ayam ras juga naik 0,15% menjadi 38.790 per kg, telur ayam ras naik 1,00% menjadi Rp 32.210 per kg, gula konsumsi naik 0,11% menjadi Rp 17.880 per kg.
Kemudian, minyak goreng kemasan sederhana naik 0,85% menjadi Rp 17.860 per liter, minyak goreng curah naik 0,45% menjadi Rp 15.720 per liter, tepung terigu curah naik 0,09% menjadi Rp 10.650 per kg, jagung naik 1,07% menjadi Rp 8.490 per kg.
Sementara, komoditas yang mengalami penurunan harga yaitu garam halus turun 0,95% menjadi Rp 11.500 per kg.
Menanggapi naiknya bahan pangan tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Wartawan Republik Indonesia [DPC PWRI] Kabupaten Bogor Rohmat Selamat, SH, M.Kn, merasa prihatin dengan kondisi ekonomi masyarakat saat ini.
Rohmat berharap, pemerintah harus hadir di tengah kesulitan ekonomi masyarakat saat ini, terutama masyarakat kalangan bawah.
Pemerintah, kata Rohmat, diminta untuk mengerti apa yang kini menjadi permasalahan masyarakat, terutama yang menyangkut persoalan ekonomi, apalagi di tengah maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK) di mana-mana.
“ Kalau pemerintah memiliki tanggung jawab, maka pemerintah mestinya hadir di tengah-tengah masyarakat. Karena itu, diperlukan antisipasi yang dilakukan dalam mengatasi permasalahan yang terjadi di masyarakat, terutama persoalan ekonomi, melambungnya harga-harga pangan saat ini,” kata Rohmat melalui ketarangan, Sabtu [16/3/2024].
Menurut Rohmat, yang bisa dilakukan yaitu perbaikan distribusi. Beras rantai perdagangannya sangat panjang dan di masing-masing rantai, stoknya terbatas. Ini yang membuat harga gampang bergejolak dan cenderung naik.
“ Pemerintah harus mengantisipasinya, utamakan hak-hak kebutuhan dasar masyarakat terutama masyarakat yang tingkat ekonominya masih rendah,” ungkapnya.
[nug/red]












