banner 728x250

Berkah Transformasi Industri 4.0

Foto ilustrasi

Sejak 2019 hingga 2022 terdapat 14 perusahaan yang ditetapkan sebagai National Lighthouse Industri 4.0 atau mercusuar penerapan transformasi industri 4.0.

 

NUSANTARANEWS.co, Jakarta – Making Indonesia 4.0 merupakan gagasan Kementerian Perindustrian di 2018, yang memuat peta jalan transformasi digital sektor manufaktur (industri 4.0). Peta jalan ini digunakan sebagai acuan bagi pelaku industri dan pembuat kebijakan untuk menerapkan konsep revolusi industri 4.0, dengan target besarnya adalah Indonesia masuk dalam jajaran 10 negara besar yang memiliki perekonomian terkuat di dunia pada 2030.

Setelah berjalan enam tahun, transformasi industri 4.0 itu dinilai sukses membawa banyak perubahan dalam berbagai aktivitas ekonomi, terutama upaya mengadaptasi penggunaan teknologi digital di tanah air. Percepatan transformasi digital ini juga sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing industri manufaktur nasional menjadi lebih berkelanjutan, fleksibel dan efisien. Selain itu, juga memberi kontribusi nilai tambah dan keberlanjutan industri nasional.

Implementasi teknologi industri 4.0, menurut Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dapat mendorong tercapainya dampak positif pada finansial, operasional, dan teknologi.

“Komponen terpenting pada proses transformasi digital berupa kesadaran manfaat penggunaan peralatan digital, tidak hanya kemampuan adopsi teknologi, melainkan harus sejalan dengan perubahan mindset digital,” tutur Menperin Agus, dalam sambutan pada “Penganugerahan National Lighthouse Industri 4.0 dan Soft Launching Indonesia 4.0 Conference and Expo 2024 serta Regional Cloud & Datacenter Congress 2024” di Jakarta, Rabu (21/2/2024).

Sejalan dengan langkah mempercepat transformasi industri 4.0 pada sektor manufaktur di Indonesia, sejak 2019, Kemenperin juga menjalankan program National Lighthouse Industri 4.0. Perusahaan manufaktur yang ditetapkan sebagai National Lighthouse Industri 4.0 merupakan pilihan karena dinilai bisa menjadi percontohan (role model) bagi perusahaan manufaktur lainnya dalam menjalankan transformasi dan implementasi industri 4.0.

Perusahaan Mercusuar

Merujuk catatan Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Andi Rizaldi, sejak 2019 hingga 2022, terdapat 14 perusahaan yang ditetapkan sebagai National Lighthouse Industri 4.0.  Sebagai   lighthouse atau mercusuar perusahaan tersebut diharapkan secara aktif melakukan sharing knowledge dan menjadi tempat training bagi perusahaan lain. Selain juga mampu memandu industri lain dalam mempercepat implementasi teknologi industri 4.0 di perusahaan serta mengatasi tantangan dalam meningkatkan sistem produksi yang ada.

Oleh sebab itu, semakin banyak perusahaan manufaktur yang ditetapkan sebagai National Lighthouse Industri 4.0, perusahaan lain akan semakin terpacu untuk belajar secara best practice dalam mengadaptasi perkembangan teknologi terkini. Dengan demikian, perusahaan yang belajar tersebut, dapat mulai mengadopsi teknologi industri 4.0 untuk mendongkrak daya saing dan kelangsungan bisnis perusahaan.

Seleksi National Lighthouse Industri 4.0 dilakukan sejak pertengahan 2023 hingga Januari 2024, yang terdiri dari beberapa tahapan seperti evaluasi, penilaian, dan penetapan. Tahapan tersebut melibatkan berbagai perwakilan dari pemerintah, perguruan tinggi atau akademisi, asosiasi, technology provider, dan perusahaan yang telah ditetapkan sebelumnya sebagai Lighthouse Industri 4.0.

Jadi Percontohan

Pada kesempatan ini, Menperin didampingi Kepala BSKJI menyerahkan piagam Lighthouse Industri 4.0 di Indonesia kepada 15 perusahaan yang telah mengikuti seluruh tahapan seleksi dan ditetapkan sebagai National Lighthouse Industri 4.0. Ke-15 perusahaan tersebut, yaitu PT Tirta Investama (Plant Pandaan dan Banyuwangi), PT Gelora Djaja, PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, PT Chandra Asri Pacific Tbk, PT Kalbe Farma Tbk, PT Paragon Technology and Innovation, dan PT Semen Tonasa. Selanjutnya, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, PT Pancaprima Ekabrothers, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (Plant 3: Engine Plant), PT Astra Komponen Indonesia, PT Hartono Istana Teknologi (Factory Kudus), dan PT Yamaha Electronics Manufacturing Indonesia.

Ke-15 perusahaan tersebut dinilai layak menjadi percontohan bagi pelaku industri di sektornya masing-masing, serta dapat menjadi mitra dialog pemerintah dalam implementasi Industri 4.0 di Indonesia. Pencapaian ini melebihi target yang ditetapkan oleh Menperin sebelumnya, yakni perlu ada penambahan lima perusahaan National Lighthouse Industri 4.0 di Indonesia pada 2024. Pada 2019, terdapat dua perusahaan di Indonesia yang telah memperoleh status sebagai Global Lighthouse Network oleh World Economic Forum (WEF) dan menjadi rujukan global dalam transformasi industri 4.0, yaitu PT Schneider Electric Manufacturing Batam dan PT Petrosea Tbk.

Di awal 2024, terdapat tiga perusahaan yang sedang mengikuti seleksi Global Lighthouse Network – WEF wave 12, yaitu PT Akebono Brake Astra Indonesia, PT Astra Honda Motor, dan PT Pupuk Kalimantan Timur. Ketiganya merupakan perusahaan yang telah ditetapkan sebagai National Lighthouse Industri 4.0 pada tahun sebelumnya.

Menperin berpesan, para kandidat perusahaan itu agar melakukan persiapan yang sebaik-baiknya dan terukur.

“Kita harus terus memacu semangat, dan tidak boleh berpuas diri. Karena jika kita bandingkan dengan capaian 153 perusahaan industri Global Lighthouse Network, maka capaian yang telah didapat industri-industri dalam negeri sudah cukup baik,” tandasnya.

Tren Positif

Dalam kesempatan yang sama, Menperin didampingi Kepala BSKJI bersama CEO Naganaya Indonesia Aditya Adiguna, dan Ketua Umum Dewan Transformasi Digital Indonesia (WANTRII) Fadli Hamsani, melakukan soft launching Indonesia 4.0 Conference & Expo 2024 dengan tema “Together Towards The Sustainability” yang sangat relevan dengan keadaan industri 4.0. Memasuki tahun keenam, gelaran Indonesia 4.0 Conference & Expo 2024 akan menghadirkan program baru, yaitu Regional Cloud and Datacenter Congress (RCDC) yang menggandeng Asosiasi Cloud dan Hosting Indonesia (ACHI), sebagai co hosted dalam program tersebut.

Pameran tersebut berlangsung pada 27–28 Agustus 2024 di Jakarta, dengan menargetkan kehadiran sebanyak 6.000 pengunjung dan lebih dari 80 pembicara yang akan ikut andil. Kegiatan ini akan membawakan beragam topik pembahasan terkait informasi terbaru, khususnya mengenai keberlanjutan dalam industri 4.0.

Kesuksesan kegiatan Indonesia 4.0 Conference & Expo, dinilai CEO Naganaya Indonesia Aditya Adiguna, memberikan dampak positif kepada seluruh stakeholder industri 4.0 dan transformasi digital di Indonesia. Kolaborasi antara Indonesia 4.0  Conference & Expo dan acara RCDC 2024 semakin memperkuat dan mempercepat pertumbuhan ekosistem transformasi digital dan industri 4.0 di Indonesia. Di samping itu, melalui Indonesia 4.0 Conference & Expo 2024, juga akan terjalin sinergi di antara pemerintah, pelaku industri, asosiasi, akademisi, technology provider, media, dan stakeholder bidang lainnya dalam mendukung transformasi teknologi industri 4.0.

“Indonesia sebagai pusat ekonomi di Asia Tenggara menunjukkan tren positif dalam satu dekade terakhir terkait pengembangan teknologi informasi. Acara RCDC ini menghubungkan multi-stakeholder dalam industri Cloud dan Hosting di Indonesia, dan ini dapat menjadi pondasi untuk pengembangan teknologi kita ke depan,” ungkap Rendy Maulana Akbar, Ketua Umum Asosiasi Cloud dan Hosting Indonesia, sebagaimana disimak redaksi www.indonesia.go.id.

Sumber: Indonesia.go.id

Penulis: Dwitri waluyo

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *