Pemkab Banyuwangi capai 90 persen bedah rumah untuk warga tidak mampu

Ahmad Faisol NS, Plt Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa ( DPMD) Kabupaten Banyuwangi

 

NUSANTARANEWS.co, Banyuwangi – Pemerintah Kabupaten ( Pemkab) Banyuwangi capai target 90 persen per Oktober 2022 dari target 389 titik bedah rumah di seluruh wilayah Banyuwangi. Hal tersebut merupakan rangkaian pengentasan kemiskinan masyarakat dengan memiliki rumah yang layak huni

Ahmad Faisol NS, Plt Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa ( DPMD) Kabupaten Banyuwangi menjelaskan pada NusantaraNews.co saat diwawancarai di ruang kerja

Program ini merupakan program tahun 2022 dan progres kita tanggal 18 Desember yang berasal dari APBD, APBDes, dan CSR semua kita rekap dan kita laporkan pada saat gebyar hari jadi Banyuwangi. (21/10)

” Secara masif setiap desa pasti ada sasaran rumah yang di bedah untuk diperbaiki atau bedah rumah. Tahun ini kita targetnya 389 titik bedah rumah di Kabupaten Banyuwangi dan hingga Oktober 2022 sudah mencapai 90 persen dan ini merupakan salah satu bagian cara pemerintah Kabupaten Banyuwangi menurunkan tingkat kemiskinan,” Jelas Faisol.

CSR yang kami tujukan ke perbankan yaitu bank BTN alokasinya kita fokuskan untuk kelurahan karena alokasi anggaran memang tidak ada baik itu APBD maupun dari pusat

“Kita usulkan ke Bank BTN itu 10 titik untuk bedah rumah namun sesuai dengan yang disetujui hanya 5 titik. Bantuan nya per titik itu Rp. 20 juta, ” terang Faisol

Rencana pelaksanaannya kisaran satu minggu ini sudah harus jalan. Survei sudah dilakukan mulai hari Jum’at 21 Oktober 2022 ini bersama dengan BTN dan pihak ketiga yang akan mengerjakan sesuai yang kita usulkan.

” Prinsip nya kita disini mengikuti yang memberikan bantuan yaitu dari BTN yang mengerjakan harus pihak ke tiga dan uang tidak ada di kita, namun saat pekerjaan selesai langsung diberikan ke pihak ketiganya, “papar Faisol.

Masih menurut Faisol, penerima manfaat itu ya menerima bangunannya bukan menerima uangnya nah ini harus dipahami agar tidak terjadi salah paham.

” Kami dari DPM disini hanya sebagai kordinator dan akan menjadi bahan laporan kami di dalam laporan APBD yang ada di kami. APBD itu yang ada anggaran maupun tidak, semua akan dilaporkan.

Jadi dari 5 titik yang menerima bantuan tersebut ada di 3 Kecamatan yaitu Glagah, Kecamatan Kalipuro dan satu lagi di wilayah kota tepatnya di Boyolangu.

“Kriteria penerima yaitu diutamakan tanahnya sendiri dan memang layak dibedah rumahnya. Standarisasi kita yaitu rumah sehat yaitu pencahayaan cukup atau sinar matahari bisa masuk, ” imbuh Faisol

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *